MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (Mengapa Islam Tidak Menggunakan Kata Remaja)

MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (Mengapa Islam Tidak Menggunakan Kata Remaja)

by. Admin
01 August 2022
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (Mengapa Islam Tidak Menggunakan Kata Remaja)

- Ustadz Budi Ashari, Lc -

Saya yakin banyak yang kaget dengan judul ini. Jangan-jangan ada yang menganggap bahwa judul ini menunjukkan tidak pahamnya penulis tentang usia tahapan perkembangan. Tidak sama sekali. Mari kita urai. Karena tulisan ini berdasarkan berbagai penelitian dan kajian ilmiah. Lebih dahsyat lagi, tulisan ini berdasarkan petunjuk Rasul kita Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sangat menarik tulisan DR. Khalid Ahmad Asy Syantut: Tarbiyah Asy Syabab Al Muslim lil Aba’ wad Du’at (Pendidikan Pemuda Muslim, Bagi Para orangtua dan Dai). Sebagai seorang ahli pendidikan, tulisan sebanyak 123 halaman (versi Word) itu menggabungkan antara kedalaman ilmu pendidikan, landasan syar’i yang kuat, kajian ilmiah para pakar muslim dan non muslim, penelitian lapangan, dan pengalaman.

Di Pasal Dua, beliau memberi judul: Syabab Bukan Murohaqoh. Setelah mengkaji di pasal ini, beliau menyampaikan dengan tegas sudah waktunya kita membuang istilah murohaqoh (yang dalam bahasa kita: remaja). Dan menegaskan bahwa istilah yang jelas dipakai oleh Nabi adalah syabab (pemuda). Ini bukan sekadar pembahasan tentang istilah. Tetapi ada nilai di balik istilah yang membuat beliau menolak hal tersebut.

Kata Al Murohaqoh dalam Bahasa Inggris disebut: the teenagers dan dalam bahasa kita dikenal dengan: usia remaja. Al Murohaqoh dalam kamus Arab bermakna: kedunguan dan kebodohan, kejahatan, dan kedzaliman, serta gemar melakukan kesalahan.

Nampak jelas bahwa Arab yang kalah peradaban dari orang-orang barat hari ini, ikut menamai usia emas dalam sejarah Arab dan Islam itu dengan istilah yang bermakna sekacau itu. Karena memang dalam berbagai definisi para ahli pendidikan dan psikologi hari ini, usia remaja identik dengan kekacauan, keguncangan, dan kenakalan.

Di usia ini, ada pembahasan tentang pubertas. Istilah pubertas jelas dari konsep hari ini. Inilah akar kata pubertas berikut definisinya. Menurut Monks (2002: 263):

Pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual.

Root dalam Hurlock (2004), menyampaikan:
Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat–alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

Ternyata kata puber mempunyai makna asli: rambut kemaluan. Selanjutnya digunakan untuk menandai fase mulia dari kehidupan manusia ini. Dengan ini, sangat jelaslah bahwa peradaban barat memang peradaban yang hanya melihat fisik. Itulah mengapa pembahasan yang kita dengarkan tentang kedewasaan tidak lebih dari pembahasan biologis manusia dan sibuk mencari celah dan tips untuk menjelaskan hal ini pada usia anak-anak muda kita.

Kemudian bacalah salah satu tulisan dari byhealth.com tentang pubertas berikut ini:
Those crazy hormones are acting up again and they bring on these emotional changes again. Following are some of the emotional changes you might experience during this time:
- You may feel confused.
- You may develop very strong emotions.
- You may feel sad.
- You might have frequent mood changes.
- You might be over sensitive.
- You might get angry and lose your temper more easily.
- You might experience a sense of not belonging to your family, friends etc.
- You might experience problems at school.
- You may ask yourself is it normal to feel what you are feeling.
Yes it is normal to feel this way, you might experience some or most of these emotional symptoms.

Sebuah gambaran sangat buruk tentang fase ini. Fase yang dinyatakan penuh masalah. Keadaan menjadi lebih buruk lagi, ketika para ilmuwan hari ini berlama-lama membahas hal yang menakutkan keluarga-keluarga muslim ini.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2003, menyebutkan pembagian tiga fase remaja dengan berbagai masalahnya, yaitu:
1. Masa Remaja Awal (10–12 tahun)
2. Masa Remaja Tengah (13–15 tahun)
3. Masa Remaja Akhir (16–19 tahun)
Lengkap dengan ciri setiap fasenya. Dengan data-data ilmiah dan permasalahan yang dihadapinya. Lagi-lagi, masalah yang tergambarkan menakut-nakuti para orangtua.

Tidakkah kita melihat dengan kacamata Islam? Lihatlah masa remaja akhir, yang baru berakhir pada usia 19 tahun. Padahal kita semua tahu, usia tersebut adalah usia emas dan saat generasi muda muslim telah memiliki karya mulia di tengah masyarakat luas. Bahkan sebelum usia itu.

Itulah mengapa Rasulullah tidak pernah menyebut fase ini. Beliau mempunyai istilah sendiri: syabab. Kata ini dalam Bahasa Arab mempunyai akar makna, yaitu: kekuatan, baru, indah, tumbuh, awal segala sesuatu.

Subhanallah, Rasul langsung yang memilihkan bagi kita istilah untuk fase ini. Dengan makna penuh optimisme dan positif. Penuh harapan.

Setelah dikaji oleh para pakar muslim di bidang pendidikan, ternyata disimpulkan bahwa keguncangan dan kenakalan di usia ini bukan merupakan hal yang pasti dan harus dilalui oleh anak-anak kita.

DR. Majid ‘Irsan al Kailani (Falsafah At Tarbiyah Al Islamiyah) berkata:
Adapun Al Murohaqoh bukan merupakan fenomena yang harus terjadi pada perkembangan usia manusia. Ini merupakan masalah yang mungkin dihindari sama sekali dalam kehidupan setiap pribadi. Al Murohaqoh adalah merupakan penyakit dari berbagai penyakit masyarakat kapitalis.

Hal yang serupa disampaikan oleh DR. Abdurahman al ‘Aisawi (Sikolojiyah al Murohiq al Muslim al Mu’ashir):
Pertumbuhan seksual di usia Al Murohaqoh tidak mesti menyebabkan krisis. Tetapi sistim masyarakat hari inilah yang bertanggung jawab terhadap krisis Al Murohaqoh. Sebagaimana yang disampaikan oleh Margareth Mead: Di masyarakat sederhana fase remaja ini tidak ada. Seseorang berpindah dari usia kanak-kanak menuju usia dewasa secara langsung setelah upacara tradisional tertentu.

Teranglah bahwa fase remaja seharusnya tidak ada dalam perjalanan hidup pemuda Islam. Bahkan Al ‘Aisawi menuliskan salah satu judul dalam bukunya tersebut: Mitos Badai (Usia Remaja). DR. Khalid Ahmad Asy Syantut (Tarbiyah Asy Syabab Al Muslim lil Aba’ wad Du’at) juga menyebut Al Murohaqoh sebagai: Penyakit Jahiliyah Kontemporer.

#Buku "Remaja, Antara Hijaz dan Amerika"

https://www.facebook.com/164021043737797/posts/pfbid0GrRjTboLtEXRaY9taar1xZCMeUXfAGTA5C6GCsWyVTrMvP3NKtkViAxjMr4uuo4ol/

Read other articles & publications:
APA BEDANYA THUHR, NAQOO', DAN FATROH DALAM FIQIH HAID?
Oleh : Ustadz Muafa (Mokhamad Rohma Rozik...
SEMUA IBU BISA MENYUSUI, IN SYA ALLAH
Oleh : Bunda Arit Widowati, Konselor Lakta...
JODOH PERSALINAN
Bundanya adek bayi ini baru datang di usia...