BANYAK DUDUK BISA MENYULITKAN PERSALINAN, MITOS ATAU FAKTA?
Selama hamil, ibu sering mendengar berbagai nasihat dari keluarga, teman, bahkan orang asing yang peduli. Salah satunya yang paling sering muncul adalah: “Jangan kebanyakan duduk, nanti lahirannya susah.” Nasihat ini terdengar sederhana, tapi cukup membuat beberapa ibu hamil jadi khawatir dan memaksakan diri tetap aktif meskipun tubuh sedang lelah.
Pertanyaannya, benarkah banyak duduk memang bisa menyulitkan proses persalinan? Atau ini hanya mitos turun-temurun yang belum tentu terbukti kebenarannya?
Mari kita lihat penjelasannya dengan pendekatan medis dan ilmiah.
Mengapa Posisi dan Aktivitas Penting Selama Kehamilan?
Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan, terutama pada area panggul, tulang belakang, dan otot penopang tubuh. Semakin mendekati persalinan, posisi janin dan kesiapan panggul untuk membuka diri menjadi faktor penting agar persalinan berlangsung lebih lancar.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), aktivitas fisik ringan hingga sedang selama kehamilan membantu memperbaiki sirkulasi, memperkuat otot panggul, meningkatkan postur, serta mempersiapkan tubuh menghadapi proses melahirkan.
Namun bagaimana dengan terlalu banyak duduk?
Apakah Terlalu Banyak Duduk Bisa Menyulitkan Persalinan?
Jawabannya: ada sisi fakta dan ada sisi mitosnya.
1. Tidak benar bahwa “duduk” itu sendiri secara langsung membuat persalinan menjadi sulit.
Tidak ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa duduk selama hamil secara langsung menyebabkan persalinan macet atau bayi sulit turun ke panggul.
2. Namun, benar bahwa “terlalu lama duduk tanpa bergerak” dapat memengaruhi persalinan secara tidak langsung.
Menurut penelitian dalam Journal of Perinatal Education (2018), ibu hamil yang kurang bergerak cenderung memiliki:
- kekuatan otot panggul yang lebih lemah,
- sirkulasi darah yang kurang optimal,
- peningkatan risiko nyeri punggung,
- posisi janin yang kurang ideal menjelang persalinan (misalnya posisi posterior).
Ketiga faktor ini dapat memengaruhi proses persalinan dan membuatnya lebih lama atau terasa lebih sulit.
Selain itu, studi dalam BMC Pregnancy and Childbirth (2020) menjelaskan bahwa posisi tubuh yang statis terlalu lama dapat menyebabkan panggul menjadi kurang fleksibel dan menghambat optimalisasi posisi janin menuju engagement (turun ke jalan lahir).
Jadi, bukan karena “duduk”-nya, melainkan karena kurangnya variasi gerak yang membuat otot panggul dan punggung menegang serta posisi janin tidak optimal.
Duduk Tetap Boleh, Asal Tidak Berjam-jam Tanpa Bergerak
Ibu hamil tentu boleh duduk. Bahkan, pada kondisi tertentu, duduk justru lebih nyaman daripada berdiri atau berjalan terlalu lama.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah durasi dan jenis posisi duduk.
ACOG merekomendasikan agar ibu hamil:
* Bangun dan bergerak setiap 30–60 menit, meskipun hanya untuk peregangan ringan.
* Pilih kursi dengan penopang punggung yang baik.
* Duduk dengan posisi panggul sedikit condong ke depan (bukan bersandar terlalu dalam), agar posisi janin lebih optimal.
* Gunakan birth ball sebagai alternatif duduk untuk menjaga mobilitas panggul.
* Gerakan sederhana seperti pelvic tilt, cat-cow, atau rotasi panggul ringan dapat membantu mengurangi ketegangan otot sekaligus mempersiapkan panggul untuk persalinan.
Aktivitas yang Membantu Mempersiapkan Persalinan
Beberapa aktivitas yang terbukti membantu melancarkan persalinan antara lain:
- Berjalan kaki 20–30 menit setiap hari
- Prenatal yoga untuk relaksasi dan kelenturan panggul
- Squat aman untuk ibu hamil, yang dapat membantu membuka panggul
- Posisi hands-and-knees untuk membantu bayi berpindah ke posisi optimal (kepala di bawah, punggung di depan)
Sebuah studi dari Midwifery Journal (2021) menunjukkan bahwa ibu hamil yang rutin melakukan aktivitas ringan memiliki durasi persalinan yang lebih singkat dibandingkan yang sedentary.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Mitos jika dikatakan “banyak duduk membuat persalinan sulit secara langsung.”
Karena tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan duduk menyebabkan hambatan mekanis pada proses melahirkan.
Namun ada unsur fakta jika “terlalu lama duduk tanpa bergerak” dapat memengaruhi persalinan secara tidak langsung, melalui:
- naiknya risiko posisi janin tidak optimal,
- menurunnya fleksibilitas panggul,
- meningkatnya nyeri punggung,
- berkurangnya kekuatan otot penopang tubuh.
Jadi, yang terpenting adalah seimbangkan aktivitas harian, tetap bergerak ringan, dan hindari posisi statis terlalu lama.
Tubuh ibu butuh fleksibilitas, kekuatan, dan aliran darah yang baik untuk mempersiapkan persalinan — bukan sekadar larangan untuk duduk.
Referensi Ilmiah
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Physical Activity and Exercise During Pregnancy. 2020.
BMC Pregnancy and Childbirth. Maternal posture and fetal position before labor. 2020.
Journal of Perinatal Education. Effects of maternal activity on labor outcomes. 2018.
Midwifery Journal. The influence of mobility and upright positions in labor. 2021.
World Health Organization (WHO). Recommendations on physical activity during pregnancy. 2020.

