MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > SEMUA IBU BISA MENYUSUI, IN SYA ALLAH

SEMUA IBU BISA MENYUSUI, IN SYA ALLAH

by. Admin
09 September 2022
SEMUA IBU BISA MENYUSUI, IN SYA ALLAH

Oleh : Bunda Arit Widowati, Konselor Laktasi Papilio Natural Birth Center

Kalimat di atas seringkali saya sampaikan pertama kali saat ada yang bertanya tentang kendala teknis saat menyusui.

Bukan bermaksud membuat down, namun justru menjadi motivasi awal untuk berjuang berdasar fitrah untuk apa Alloh menciptakan payudara. Tentunya dilengkapi penjelasan tentang ilmu menyusui agar si Ibu tak hanya semangat namun juga paham medan juangnya dan langkah-langkah yang bisa diusahakannya sambil terus berproses.

Dan sebenarnya kalimat diatas ada lanjutannya, tak berhenti disitu. Lengkapnya begini : "Setiap Ibu bisa Menyusui, in sya Allah, namun ada yang mudah, ada yang susah. Kami hadir untuk mendampingi para Ibu menunaikan ibadah ini agar tak sendiri. Bukan hanya yang merasa susah, bahkan yang mudahpun tak menjadi jaminan proses menyusui tiada tantangan. Semua proses ini tujuannya sama, mencari ridho Alloh dan menjadikannya proses untuk senantiasa meningkatkan iman".

Wanita itu diciptakan lemah, mudah sekali tergoda oleh solusi instan, bahkan godaan syaitan yang bisa melemahkan iman yang bisa menduakan Tuhan.

Termasuk bab hamil, melahirkan, menyusui hingga menyapih. Contoh termudah adalah ketika dukun dan jampi-jampi lebih dicari saat ibu merasakan susah payahnya penyapihan, daripada mencari konselor laktasi. Naudzubillah.

Bagaimana jika ada yang sangat trauma dan membenci kalimat diatas?

Setiap orang memahami dan menyikapi sebuah hal tentu berdasarkan keilmuan serta pengalamannya masing-masing. Jadi sangat dimaklumi, karena bisa jadi saat mendengarkan kalimat tersebut kondisinya sedang minim ilmu manajemen laktasi dan datang dari orang yang kurang tepat, di waktu yang tidak tepat pula. Tanpa memberikan solusi selain menambah emosi dan hanya memperparah beban di hati.

Bagi yang sudah memahami ilmu manjemen laktasi, bagaimana asi berproduksi, manfaat menyusui dan asi, dan bagaimana Islam sangat mengagungkan tugas ini, insyaAlloh akan semakin yakin bahwa setiap Ibu pasti bisa menyusui meski tak mudah dan penuh susah payah. Di mana pun kalian, jadilah supportif untuk setiap ibu menyusui disekitar, ya. Ikut belajar mulai sekarang, jangan menunggu hamil atau menyusui baru bertanya-tanya atau bahkan ikut berkomentar yang tak ada ilmunya yang tanpa disadari bisa menjatuhkan mental sang busui.

Pertanyaan selanjutnya adalah, jika setiap ibu bisa menyusui dan menyusui itu alami dan fitrah, kenapa susah ya, bu??

Ada banyak penjelasan, namun bolehlah kita ambil sedikit pelajaran dari sebuah kisah tentang satu mamalia betina berjenis Gorila yang hidupnya sedari kecil dalam kebun binatang/zoo. Gorila betina ini suatu hari dikawinkan dengan gorila jantan hingga hamil. Dan menjelang persalinannya, semua petugas zoo sangat menantikan dengan bahagia dan excited. Namun semua heran saat bayinya lahir, si Gorila tidak bertindak selayaknya induk gorila lain yang secara insting dan alami langsung menggendong dan menyusui bayinya. Dia hanya membiarkan bayinya menangis seperti tak tahu harus bagaimana.

Keheranan ini berubah menjadi panik karena bagi golongan primata, kelangsungan hidup bayi gorila sangat bergantung dari penyusuan induknya selama 5-7tahun pertama kehidupannya.

Akhir cerita, para pengurus zoo memutuskan berkonsultasi dengan banyak ahli, beberapa diantaranya ahli sosiologi dan budaya dimana didapatkan kesimpulan bahwa perilaku gorila ini disebabkan karena dia tidak pernah melihat gorila betina lain menggendong dan menyusui bayinya. Tak ada role model menyusui di sekitarnya.

Dan ternyata menyusui tak hanya sekedar masalah kesehatan semata, namun juga dipengaruhi oleh kelompok sosialnya yang bisa mempengaruhi budaya hidup kedepannya terutama species mamalia. Budaya yang tanpa disadari mengikis dan merusak fitrah dan insting yang harusnya ada dan dijaga.

Lalu bagaimana dengan manusia?

Sebenarnya Fakta ini menjawab beberapa pertanyaan di benak saya yang kadang juga heran dengan makin kompleksnya permasalahan menyusui para mama muda yang berawal dari permasalahan sederhana berupa insting keibuan. Tak sekedar saklek pada panduan yang memang dipengaruhi lingkungan keluarganya. Mungkin dia dulu tak disusui ibunya, mungkin saat balighnya tiba tak ada penjelasan tentang fungsi organ reproduksi terutama payudara, dan pergaulan yang jauh dari kehidupan bumil busui (jarang bergaul dengan emak menyusui).

Nah, apapun tantangan menyusuimu, tetaplah berjuang meski lelah dan susah payah karena bayi untuk hidup tak hanya membutuhkan asupan nutrisi dari ASI, namun juga asupan jiwa dari menyusui. Dan misi besar lainnya adalah: perjuanganmu tidak untuk bayimu hari ini saja tapi juga untuk kelangsungan fitrah menyusui semua calon ibu terdekatmu kelak.

Jadilah contoh untuk anak cucu perempuanmu, dan sekitarmu. Jadilah role model pada kelompok sosial kita, yang pasti membawa peran pada budaya atau Way of life umat manusia kedepannya.

“Way of life” seperti apa yang akan kita wariskan ke generasi kita terkait menyusui?

Islam is the Best Way of life.
Let’s back to AL QUR’AN dan HADITS. Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, akhiri dengan tawakkal.
Jadilah teladan dan contoh untuk generasimu. Dakwahkan pentingnya ASI dan Menyusui sebagai bentuk ibadah kepada Alloh dan wujud tugas kita sebagai khalifah di bumi.

Read other articles & publications:
APA BEDANYA THUHR, NAQOO', DAN FATROH DALAM FIQIH HAID?
Oleh : Ustadz Muafa (Mokhamad Rohma Rozik...
JODOH PERSALINAN
Bundanya adek bayi ini baru datang di usia...
TOLERANSI
"Ayo sayang, semangat, kita sudah sampai s...