MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > INDUKSI LAKTASI

INDUKSI LAKTASI

by. Admin
03 September 2021
INDUKSI LAKTASI

Induksi laktasi adalah upaya merangsang pengeluaran produksi ASI bagi ibu yang tidak melahirkan agar bisa menyusui bayi adopsinya (bayi asuh).

Prinsip pengeluaran ASI dari payudara seorang wanita pada prinsipnya adalah supply by demand. Payudara akan mensupply produksi ASI seiring seringnya ada permintaan pengeluaran ASI dalam bentuk rangsangan isapan bayi maupun rangsangan pumping yang berkesinambungan.

Upaya ibu adopsi (ibu asuh) yang beragama Islam melakukan induksi laktasi adalah agar bayi asuhnya dapat dijadikan mahrom.

Jumhur ulama mengatakan bahwa semua cara menyusui menjadikan anak tersebut anak susuan, apabila terpenuhi semua syarat-syarat (anak di bawah 2 tahun, lima kali atau lebih menyusu), mereka tidak membedakan apakah anak tersebut menyusu langsung, atau tidak langsung (dari gelas misalnya). (Lihat Badai’ush Shanai’ 4/9, Al-Mudawwanah 2/299, Al-Umm 6/76, Al-Majmu’ 18/220, dan Al-Mughny 11/313)

Di antara dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Tidak termasuk menyusui kecuali susu yang membentuk tulang dan menumbuhkan daging.”

(HR. Abu Dawud, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/1937-anak-yang-minum-asi-di-gelas-menjadi-anak-sepersusuan.html

Selain tujuan menjadikan ibu dan bayi adopsi sebagai mahrom, upaya induksi laktasi adalah untuk menunaikan hak anak memperoleh ASI hingga 2 tahun dan menunaikan hak anak memperoleh bonding, rasa aman dan nyaman melalui dekapan saat disusui.

Persiapan Induksi laktasi dapat dilakukan sebelum calon bayi asuhnya lahir, yaitu dengan pumping 2 jam sekali, @15 - 30 menit masing-masing PD. Penggunaan obat-obatan hormonal agar mempercepat produksi ASI harus dengan resep dokter konselor laktasi. Status kehalalan obat-obatan tersebut juga perlu dipastikan lebih lanjut, yaitu dengan cara mengeceknya di web halalmui.org

Ibu asuh dapat menggunakan obat -obatan galactogogue, makanan, minuman, ataupun herbal yang terjamin kehalalannya sebagai booster ASI seperti yang dilakukan ibu menyusui pada umumnya. Seperti habbatusauda, madu, kurma, daun kelor, bayam, katuk, almond, dan lain sebagainya.

Ibu asuh juga dapat menjalani therapy totok laktasi dan akupuntur, sebagai ikhtiar mempercepat produksi ASInya.

Bila bayi asuhnya sudah lahir, maka ibu asuh bisa langsung menyusui bayi asuhnya menggunakan alat supplemental nursing system (SNS) atau bisa menggunakan NGT no 3,5 atau no 5. Ujung selang NGT ditempel ke ujung puting saat bayi menghisap dan ujung katup NGT dimasukkan ke dalam ASIPerah atau Susu formula. Proses pengeluaran ASI pada ibu asuh tidak dapat instan. Paling cepat 2-3 bulan setelah menjalani induksi laktasi.

Karena ASI ibu asuh belum keluar maka dilakukanlah teknik suplementasi menggunakan selang SNS atau selang NGT untuk memenuhi kebutuhan cairan (minum) bayinya. Teknik terus dilakukan sampai ibu asuh mengeluarkan ASI yang cukup untuk membuat bayi asuhnya kenyang.

Selama ASI ibu asuh belum keluar, maka bayi memperoleh ASI Perah dari ibu kandungnya yang diperah, kemudian diberikan ke bayinya melalui selang SNS yang ditempelkan ke PD ibu asuh. Hal ini dilakukan agar bayi memperoleh hak mendapatkan ASI. Bila tidak memungkinkan memperoleh ASI dari ibu kandungnya, maka carilah donor ASIP. Bila tidak juga memperoleh donor ASIP barulah susu formula menjadi pilihan terakhir. Karena walau bagaimanapun, tidak ada satupun SuFOr yang komposisinya menyerupai ASI.
ASl tetaplah yang terbaik.

#salamCintaASI
#mengASIhi karena Alloh

Barokallohu fiikum.

Cimahi, 5 April 2019
Suster Ari

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...