MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Penanganan Neonatus dengan Asfiksi

Penanganan Neonatus dengan Asfiksi

by. Admin
15 August 2017
Penanganan Neonatus dengan Asfiksi

Assalamualaikum Bunda semua, yang dirahmati Allah SWT.

Pada tulisan kali ini saya ingin mengupas tentang pertolongan bayi baru lahir yang berkaitan dengan kisah vbac Bunda D ataupun dalam persalinan lainnya . Semoga dapat menjadi tambahan informasi dan bekal bagi siapapun yang membutuhkan. Proses persalinan Bunda D memang termasuk yang cukup lama (baca postingan Kisah VBAC Bunda D). Pada saat itu, denyut jantung janin Bunda D sempat tidak stabil beberapa waktu, saat lahir bayi mengalami lilitan talipusat pada leher yang cukup erat, kondisi bayi yang tidak langsung menangis dan kulit berwarna biru pucat.
Berikut adalah data pertanyaan tentang bayi Bunda D dalam proses persalinannya, yaitu :

1. Berapa nilai Apgar Score bayi Bunda D?

Baiknya akan saya jelaskan terlebih dahulu mengenai Apgar Score. Apgar score adalah metode penilaian yang digunakan untuk mengkaji kesehatan bayi baru lahir dalam 1 menit pertama setelah lahir sampai 5 menit berikutnya. Nilai apgar merupakan standart evaluasi neonatus (bayi baru lahir) dan dapat dijadikan sebagai data dasar untuk evaluasi di kemudian hari . (Adelle , 2002). Apgar score ditentukan oleh 5 kriteria, yaitu Denyut Jantung (saat lahir), Usaha nafas, Tonus otot, kepekaan reflex dan warna kulit. Apgar score tetap dituliskan dalam rekam medis namun dalam observasi yang membutuhkan kecepatan penilaian periode detik emas bayi baru lahir yang paling mudah adalah 2 kriteria saja, hal ini sesuai dengan pedoman AAP (American Academy of Pediatric) dan AHA (American Heart Association) yaitu :

1. Apakah bayi menangis kuat atau bernafas / tidak megap-megap?
2. Apakah tonus otot baik atau bergerak aktif?

Saya menyadari bahwa semua tenaga medis sudah membekali dirinya dengan ilmu dalam memperkirakan keadaan bayi setelah lahir baik pada saat masih dalam proses persalinan, begitupun dengan saya. Pada persalinan Bunda D sudah mendapatkan tanda bahwa ketuban hijau dan denyut jantung sempat tidak stabil. Maka saya sudah mempersiapkan diri akan keadaan bayi yang akan mengalami kesulitan untuk memulai pernafasannya. Pada saat itu kami berjuang dalam keadaan itu, tapi bukan tanpa senjata apa-apa. Karena Allah SWT telah membekali kami dengan keimanan yang kuat dan pengetahuan akan kegawatan jauh hari sebelum kami menyepakati persalinan alami di rumah. Baik saya, Bunda D dan suaminya telah belajar bersama-sama dalam mempersiapkan persalinan ini.
Saat detik-detik emas pertama bayi lahir, segera saya tentukan keadaan bayi dengan dua kriteria tersebut. Bayi Bunda D tidak menangis namun tidak megap-megap dan tonus otot lemah. Dalam prosedur tetap penanganan awal bayi dengan kriteria tersebut berdasarkan AAP dan AHA adalah :

a. Mengeringkan bayi
b. Membebaskan jalan nafas
c. Menghangatkan
d. Memposisikan
e. Memberi rangsangan

Saya telah melakukan prosedur tetap itu sesuai standart kompetensi saya dalam melakukan berbagai pendampingan persalinan dimanapun, begitupun pada kelahiran bayi Bunda D. Saya telah menuliskan dalam kisah persalinan beberapa hari yang lalu bahwa, bayi Bunda D segera menangis setelah saya mengeringkannya dengan handuk dengan memposisikan bayi pada perut Bundanya sehingga memberikannya kehangatan dan tidak ada sumbatan yang menghalangi jalan nafasnya sehingga dalam hitungan kurang dari 20 detik bayi telah memulai pernafasannya dengan sealami mungkin serta menangis kuat. Jadi dalam rekam medis kelahiran bayi Bunda D saya menuliskan 9-10 (Apgar Score). Penilaian tersebut berdasarkan waktu dalam apgar score yang tidak sampai 1 menit bayi sudah menangis kuat.

2. Apakah Bayi Bunda D mengalami Asfiksi?

Asfiksia adalah kegagalan bayi baru lahir untuk bernafas secara spontan dan teratur sehingga menimbulkan gangguan metabolism tubuhnya dan dapat mengakibatkan kematian (Hassan, 2007. Muslihatun, 2010). Asfiksia dibagi menjadi 3, yaitu : Ringan (Apgar Score 7 sampai 10), Sedang (AS 4 sampai 6) dan Berat (AS 0 sampai 3).

Disini saya akan menyertakan alur penatalaksanaan bayi baru lahir dengan asfiksia. Pada lampiran alur tersebut dapat terlihat bahwa prosedur diagnose bayi asfiksia ditentukan setelah lebih dari 30 detik dilakukan penanganan awal, bayi tersebut tidak jua bernafas secara spontan sehingga langkah selanjutnya akan beralih pada penatalaksanaan bayi asfiksia dengan tekhnik pijat jantung dan lain sebagainya.

Pada kasus Bayi Bunda D saya sudah menuliskan bahwa setelah dilakukan penanganan awal bayi SEGERA menangis. Hal itu juga dapat menjelaskan bahwa bayi tidak mengalami asfiksia yang dimana sekalipun terjadi kita semua yang terlibat dalam persalinan itu telah siap, baik secara mental maupun spiritual.

3. Penundaan pengekleman dan pemotongan talipusat pada bayi baru lahir dengan asfiksia.

Allah SWT menciptakan plasenta dan talipusat sebagai pemasok oksigen, sel darah merah, stem cell dan cairan ajaib lainnya untuk bayi. Semua komponen dalam darah tersebut akan masuk kedalam organ-organ bayi sehingga menghantarkan bayi memperoleh masa transisi dengan lembut pada saat kelahirannya ke dunia. Bahkan pada saat bayi mengalami asfiksia sehingga dilakukan resusitasi sekalipun, diharapkan untuk tidak mengeklem dan memotong talipusatnya. Ketika talipusat masih berdenyut, itu menandakan bahwa talipusat masih mengalirkan oksigen ke dalam tubuh bayi. Dalam keadaan tubuh yang memperoleh jumlah darah yang tepat akan dapat memungkinkan paru-paru bayi untuk berfungsi dengan baik. Maka dari itu betapa penting melakukan penundaan pengekleman dan pemotongan talipusat sampai talipusat berhenti berdenyut.

Saya selalu melakukan penundaan pengekleman dan pemotongan talipusat (DCC) dalam semua rangkaian persalinan home birth pasien saya. Hal ini juga termasuk dalam proses kelahiran Bayi Bunda D yang telah saya ikhtiarkan untuk mengalami proses transisi yang lembut dan minim trauma.

Akan ada masa dimana manusia yang bertakwa selalu diuji, baik dalam konsep kehamilan dan persalinan. Bahwa pada kehamilan yang selalu berjalan sehatpun, pada saat persalinan tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan. Karena Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan,bukan apa yang kita inginkan. Semua itu menandakan bahwa Dia-lah Maha Perkasa, lagi Bijaksana.

QS Al Baqarah ayat 155 : “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Terimakasih atas perhatian dan respon para netizen di FB. Selama ini saya menganggap semua profesi berada pada posisi yang sama. Sama-sama telah mempunyai bekal dalam pemantauan dan penatalaksaan dalam penanganan bayi baru lahir. Sama-sama mempunyai kekhawatiran terhadap bayi baru lahir sampai masa kedepannya saat tumbuh kembang. Maka tidak sepatutnya kita memandang sebelah mata terhadap salah satu profesi tersebut.

Semua tulisan yang saya posting merupakan bentuk kekaguman saya kepada Allah dan tidak ada sedikitpun kebanggaan atas diri saya. Dan khusus tulisan saya yang ini, ingin memberikan bayyan kepada oknum dalam profesi kesehatan apapun yang tidak melakukan tabayyun pada saya atas ketidaknyamanannya pada kisah persalinan yang saya posting tempo hari lalu dan justru berkomentar dengan cara yang tidak etis di tempat lain.

QS. An Nisa ayat 94 : “Hai orang-orang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka lakukanlah tabayyun (cari keterangan)...”

Mari renungkan bersama, menyebarkan suatu berita dengan sepotong-sepotong sehingga menyebabkan masyarakat bisa mengalami salah presepsi merupakan suatu kejahatan. Hal itu merupakan pelanggaran dalam etika profesi kesehatan.

Dalam QS. Al An’am Ayat 160 : “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapatkan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya.”

Takutlah kita pada Allah SWT yang maha Menciptakan sebaik-baiknya manusia. Saya adalah hamba Allah yang lemah dan penuh kekurangan, yang membutuhkan sebuah nasehat lembut dari sahabat muslimah yang lembut pula.

Bidan Wina_NaturalBirthCare

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...