MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > The Beauty of Birth (Kisah Persalinan 3 Bunda)

The Beauty of Birth (Kisah Persalinan 3 Bunda)

by. Admin
24 July 2017
The Beauty of Birth (Kisah Persalinan 3 Bunda)

Bismillahirrokhmannirrokhim..

Catatan ini saya abadikan untuk diri saya sendiri, namun jika ada hikmah yang dapat diambil senang sekali bisa berbagi.

Saat manusia mencintai sesuatu hanya karena Allah maka semua akan terasa indah. Pekerjaan inilah yang dipilihkan-Nya untuk saya. Semakin lama semakin mencintai dakwah ini sehingga menjadi salah satu bagian dalam jiwa saya.

Tak peduli hujan maupun panas, terang ataupun petang, tak perlu mempertimbangkan ada teman atau tidak, jauh atau dekat, akan dilalui dengan penuh semangat. Laahaula walaakuatailla billahilaliiladzim.

Bukan dunia…bukan itu yang mendasarinya. Ini, sebagai wujud rasa syukur saya atas limpahan rahmat-Nya. Saya menjalani panggilan sebagai seorang pendamping persalinan agar saya bisa ingat dan dekat dengan Sang Maha Maestro karena betapa Maha Perkasanya Allah dalam mengatur semua urusan termasuk mengatur dan menjodohkan saya dengan para bunda dan keluarganya.

Seperti pada persalinan Maryam, dalam riwayatnya mendapatkan pendampingan malaikat yang senantiasa menguatkan dalam perjuangan persalinannya. Yaa, seperti itulah harapan saya.

Sebelum merujuk ke semua teori yang ada, panduan saya adalah Al Quran yang sungguh memuliakan kehamilan dan proses penciptaan. Hal ini membuat saya berhati-hati dalam pendampingan persalinan baik secara akidah maupun praktik, seperti kekhawatiran saya jika mereka mendapatkan intervensi medis yang belum perlu …walau itu hanya sekedar pengguntingan perineum, itu sangat menyakitkan, yang akan diingat seumur hidup. Sepertinya jika terjadi hal demikian, saya merasa ada fitroh wanita tereduksi dan sayangnya hal ini terjadi semakin sering saat ini.

Setiap perjuangan seseorang menuliskan cerita sendiri-sendiri…kisah yang selalu berbeda dan unik..

Begitupun dengan kisah persalinan semua wanita hebat di dunia ini. Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana kisah persalinannya akan berlangsung. Karena hal ini merupakan tanda akan Kekuasaan-Nya.

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari kiamat dan Dia menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakan besok. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqman : 31)

Saat ini saya akan menceritakan kisah 3 persalinan yang berbeda, baik mengenai perjuangannya, latar belakang keluarganya, pendidikan dan pengetahuan keagamaannya.

Kisah persalinan Bunda L.

Hari minggu, pukul 00.15 dini hari, dering ponsel berbunyi sayup-sayup dengan getaran yang cukup kuat sehingga mengagetkan saya yang sudah terlelap tidur lebih awal selepas isya. Mungkin karena kelelahan perjalanan pulang kampung untuk berkunjung ke rumah orang tua di kota mojokerto. Sudah terbiasa dengan panggilan telpon malam hari sehingga otak saya sudah terancang untuk menebak, “aah…pasien!” dengan cepat saya mencoba meraih ponsel dalam keadaan gelap lalu tanpa sengaja tangan saya menghantam wajah suami hingga membuatnya terbangun dengan kaget. Suami saya hanya tersenyum sambil mendengarkan obrolan saya dengan Bunda L yang mengatakan sudah kontraksi cukup intens dan mengeluarkan cairan ketuban. Sesaat saya mempertimbangkan untuk ke rumah Bunda L menunggu subuh saja karena letaknya dari kami cukup jauh, takut berbahaya. Namun suami saya menyakinkan untuk segera kesana saat itu juga walau jalanan amat sepi dan malam sudah larut. Bunda L dan suaminya adalah teman satu bidang pekerjaan dengan kakak ipar saya.

Setelah ± 60 menit dengan kecepatan sedang sampailah kita ke rumah Kakak saya yang letaknya tak jauh dari rumah Bunda L untuk mengambil peralatan terlebih dahulu karena sebelumnya telah saya titipkan disana. Maklumlah masih cukup malam jadi kakak sekeluarga masih tertidur pulas meskipun kami telah mengetuk pagar dan pintu berulang kali. Namun saya tidak bisa menunggu lagi, akhirnya saya berfikir akan membobol masuk lewat jendela kamar depan karena biasanya kamar itu kosong. Dan daripada suami, badan saya lebih muat untuk lubang jendela itu. Saya berkata pada suami, “Tolong lindungi aku kalau sewaktu-waktu aku diteriaki maling!”. Suami saya mengangguk menuruti apa yang saya katakan lalu berada di belakang saya, sambil seyum-senyum, mungkin geli melihat tingkahku. Saat berusaha membuka jendela dan berniat merusak, tiba-tiba terlihat di kamar ada bayangan seseorang sambil berkata, “Siapa?” suara laki-laki tua yang sudah saya kenal yaitu bapak dari kakak ipar. Dengan terkaget saya turun kembali dan menjawab, “Kulo wina pakk..!” lalu kemudian Bapak membangunkan semua orang dan membukakan pintu depan. Bapak berkata pada kami, “Tak kira Maling, maunya tak pukul…” beliau sambil tertawa.

Sesampainya ke rumah Bunda L, saya melakukan observasi banyaknya ketuban yang keluar , warna, denyut jantung bayi, kontraksi dan keadaan umum Bunda L namun tidak melakukan VT (pemeriksaan dalam) dulu karena saya pikir belum ada indikasi demikian, malah akan menambah resiko infeksi akibat pemeriksaan tangan saya.

Saya menunggu kemajuan persalinan hingga 8 jam. Esok paginya jam 10.00 saat Bunda L merasakan kontraksi yang amat kuat dengan jeda yang tidak lama dan Bunda L mengatakan, “Kok saya rasanya ingin mengejan ya bu Wina..”. Lalu baru saya melakukan VT, hasilnya Alhamdulillah pembukaan sudah lengkap dan kepala bayi turun dengan sempurna dan lembut. Barakallah jam 10.20 lahir bayi laki-laki di rumah dengan Bb 3600 gram dan panjang 50 cm bersama Abinya yang selalu setia mendampingi ummi nya, dipijat, disayang dan diberi semangat dalam menentukan posisi persalinan. Alhasil perineum yang tanpa robekan, tanpa suntikan oksitosin buatan, sukses IMD dan Bu Bidannya juga nyaman karena prosesnya yang begutu dimudahkan Allah SWT. Selamat datang Ahmad Fairuz Zaky, semoga menjadi anak sholeh, penyejuk hati orang tuanya. Aamiin.

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...