MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > CAIRAN PENGGANTI ASI, ADAKAH?

CAIRAN PENGGANTI ASI, ADAKAH?

by. Admin
05 July 2022
CAIRAN PENGGANTI ASI, ADAKAH?

Tanya :

Cairan apa yang sementara bisa menggantikan ASI ketika ASI belum/sangat sedikit keluar?

Jawab :

Tidak ada.

Jika ibu paham bagaimana tahapan produksi asi dari awal lahir hingga menjadi asi matang (mature), maka tidak perlu galau saat ASI keluar sedikit karena demikianlaj Alloh membuatnya. Sangat terukur baik jumlah dan komposisinya. Alloh sebaik-baik pencipta dan pengatur. Terukur di sini maksudnya sesuai dengan ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil dan butuh sedikit. Terukur komposisinya sesuai kebutuhan bayi yang butuh zat imun dan membersihkan pencernaan (mengeluarkan mekonium). Jadi, yakinkah bahwa Alloh sudah menjamin rejeki anak kita? Buka QS Hud ayat 6 lagi yuk.

Dalam ilmu laktasi sendiri bayi mampu bertahan tanpa asupan apapun selama 72 jam pertama.

Namun memang tidak dipungkiri, tekanan dari lingkungan sekitar kadang-kadang atau seringkali membuat ibu jadi ragu dan tergoda untuk memberi pengganti asi. Sebelum ini terjadi, maka sebaiknya cari dan masukkan/siapkan nama ibu susuan dalam birthplan ibu ketika masih dalam masa kehamilan sebagai ikhtiar menjamin hak ASI anak kita apabila terjadi hal-hal yang tidak kita rencanakan, misal harus ada penanganan khusus pasca melahirkan. Dan siapkan donor ASI untuk meredam tekanan dari keluarga atau sekitar ibu saat ASI dibilang sedikit dan bayi rewel/nangis terus dibilang lapar Padahal bayi menangis bukan karena lapar, tapi memang ada yang membuatnya tidak nyaman. Bayi sedang masa penyesuaian dengan dunia barunya. Atau bisa jadi ada intervensi saat baru lahir seperti suntik vit K atau vaksin, ini juga berpotensi membuat bayi rewel. Hal ini akan mudah dihindari jika ibu melakukan penundaan pemotongan tali pusat dan IMD minimal selama 1 jam. In sya Allah bayi akan lebih tenang.

Tanda cukup tidaknya asi juga bukan dari tangisannya, tapi dari jumlah air kencingnya. Ingat patokannya, usia 1 - 5 hari minimal frekuensinya sama dengan usianya, dan usia 6 hari ke atas minimal 6x. Meski keluar sedikit, jika sesuai tanda ASI cukup, maka tak perlu galau. Yang penting diperhatikan juga tanda-tanda dehidrasi seperti demam, bayi lemas, ga mau menyusu, pipis warna kuning pekat dan berbau, maka segera bawa ke dokter terdekat.

Jadi ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diyakini sebelum benar-benar berpikir untuk memberikan pengganti asi, ya bunda.

Tahnik juga bisa dilakukan setelah IMD karena selain bernilai sunnah juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah bayi.

Wallahu a'lam bish showwab.

- Bunda Arit Widowati -

Konselor Laktasi Papilio NBC

Read other articles & publications:
CARA YANG BENAR MENGGAPAI HIDAYAH
Suatu malam seorang laki-laki menengadahka...
APA ITU MEKONIUM?
Mekonium adalah feses (tinja) pertama bayi...
FEEDBACK INHIBITOR LACTATION
Adakah di antara bunda working mom yang se...