MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > MEDSOS, ANTARA BERKAH ATAU MUSIBAH BAGI IBU MILENIAL

MEDSOS, ANTARA BERKAH ATAU MUSIBAH BAGI IBU MILENIAL

by. Admin
10 January 2022
MEDSOS, ANTARA BERKAH ATAU MUSIBAH BAGI IBU MILENIAL

Dunia maya di masa sekarang tak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Digitalisasi di segala lini mau tak mau menjadi hal yang tak terelakkan. Di satu sisi ini membawa hal positif, memudahkan terhadap akses informasi di manapun dan kapanpun. Namun di sisi lain, dampak negatif medsos juga menghantui dan memberi dampak yang tidak kecil.

Tim kami banyak menerima aduan tentang galaunya para ibu zaman now di seputar dunia perASIan dan persusuan. Umumnya, kegalauan itu muncul ketika ibu mengalami kesulitan menyusui dengan berbagai permasalahan. Seperti bingung puting, growth spurts, nursing strike atau bayi tak mau menyusu, bayi rewel, bayi tidur terus, bayi menyusu terus, puting lecet, payudara nyeri dan bengkak, ASI tidak lancar, ASI terlalu deras, dan lain sebagainya.

Sedikit banyak, sikap ibu dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya ini juga dipengaruhi oleh derasnya arus pergaulan di dunia maya. Saking derasnya, tak jarang para ibu kewalahan dan bingung mana info yang bisa diterima, mana yang harus diabaikan. Karena kewalahan dan bingung, akhirnya pikiran mumed, galau, dan berujung pada oksitosin yang bergejolak, ngedrop, dan ASI-nya makin bermasalah.

Contoh :

1. Punya masalah bayinya bingung puting, atau sakit saat DBF (menyusu langsung), lalu ada iklan DOT yang menggoda yang katanya mirip puting, ibunya jadi tergoda untuk mencobanya. Padahal tak akan pernah ada DOT yang bisa menggantikan perlekatan pada puting.

2. Punya masalah di perlekatan, sakit, mudah lepas, terasa kurang pas, lalu di medsos ada video bayi yanh mudah sekali melekat, lalu membandingkan dengan kondisi diri koq yang dialami tak semudah yang dilihat. Efeknya, ibu jadi stres, merasa bukan ibu yang baik, bahkan merasa gagal menyusui.

3. Punya masalah merasa ASI tidak lancar atau sedikit lalu lihat iklan booster asi, stok bisa sekulkas, sekali pompa dua botol full, ibunya jadi galau ingin beli produknya. Namun setelah beli ternyata tak sesuai dengan yang diiklankan karena mengira sekali konsumsi lalu produksi ASI akan langsung banyak dengan sendirinya. Sebagian lagi ada yang tergoda dengan iklan pelayanan homecare dan pijat laktasi. Dalam bayangannya, dengan sekali pijat asinya akan mancur kayak di iklan.

4. Punya masalah bayi rewel, mudah nangis, tak mau ditaruh, gendong terus, lalu lihat ibu lain posting foto kok anaknya pada anteng semua, gampang asuhannya, akhirnya si ibu jadi minder dan tidak percaya diri, merasa sebagai ibu yang bodoh, buruk, dan gagal menjadi orangtua yang baik

5. Punya masalah BB bayinya stagnan atau tidak naik, di garis merah kartu KMS, lalu lihat iklan sufor penambah BB plus informasi nakes tentang stunting. Efeknya, ibu jadi panik dan ketakutan, merasa asinya tidak berkualitas, ambil solusi instan kayak di iklan.

Dan masih banyak contoh lainnya...

Apa dampak apa yang paling mendasar?

Yang paling kami khawatirkan adalah para ibu menjadi seperti kehilangan insting dan fitrahnya. Mati gaya. Clueless, bingung harus bagaimana. Sementara bayinya membutuhkan sang ibu. Dia membutuhkan kenyamanan. Ketika ibunya galau, stress, dia bisa merasakannya. Akhirnya bayi jadi tidak nyaman pula, makin rewel dan bahkan menolak menyusu. Karena apa? Karena dia kehilangan kenyamanan yang dia cari di ibunya, sedang ibunya terlupa, dia sibuk fokus mengenyangkan perut bayinya saja padahal bayi membutuhkan keduanya (nutrisi dan kenyamanan) dan bahkan saling terkait agar bisa terpenuhi keduanya. Nutrisi dan asupan jiwa (non nutrisi).

Ibu, berhati-hatilah di dunia maya. Tetap nyalakan alarm dan insting keibuan dalam diri.

Bayi manusia dilahirkan dengan fitrah, bukan seperti anggapan barat bahwa bayi itu lahir ibarat kertas putih. Bayi lahir tidak kosong, sudah membawa fitrahnya, yaitu Islam. Maka seharusnya mengembalikan ke fitrah atau mengajak melakukan ke kesholihan itu lebih mudah. Tak perlu bimbang dengan ini itu, yang seolah saling bertentangan. Kembalikan semua pada syariat, agama fitrah. Tenangkan hati dan mohon pada Allah agar senantiasa diberi kejernihan berpikir ketika bermedsos dan dapat mengambil manfaatnya.

Jika dirasa dunia maya terlalu hiruk pikuk, matikan hape. Lalu habiskan waktumu yang berharga dengan menjalin bonding yang kuat dengan bayimu. Senantiasa libatkan kontak pengasuhan dari kontak mata, lisan, fisik, dan emosional yang positif.

Semoga Allah menjaga para ibu semua di mana pun berada.

Jika bunda mengalami kesulitan menyusui, solusi utamanya adalah pelajari dan perbaiki manajemen laktasinya. Jika perlu, segera temui Konselor Laktasi. Jika membutuhkan pendampingan, silahkan hubungi tim Papilio Natural Birth Center.

Salam dari bidanmu rasa pacar.

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...