MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > MANFAAT TAK TERLIHAT DARI MENYUSUI LANGSUNG

MANFAAT TAK TERLIHAT DARI MENYUSUI LANGSUNG

by. Admin
30 November 2021
MANFAAT TAK TERLIHAT DARI MENYUSUI LANGSUNG

Sebuah penelitian di Universitas British Columbia menunjukkan bahwa durasi kita menyentuh bayi dapat meninggalkan efek yang bertahan lama dan terukur - tidak hanya pada perilaku atau pertumbuhan, tetapi sampai ke tingkat molekul DNA. Para ilmuwan berspekulasi perubahan-perubahan itu bahkan dapat memiliki efek negatif pada cara anak tumbuh dan berkembang.

Untuk penelitian ini, para ilmuwan di University of British Columbia dan BC Children's Hospital Research Institute mengikuti sekitar 100 bayi selama empat tahun. Mereka meminta orang tua dari bayi berusia lima minggu untuk membuat jurnal tentang perilaku anak mereka - hal-hal seperti menangis, tidur, dan menyusui. Mereka juga meminta orang tua untuk mencatat berapa lama dan seberapa sering mereka melibatkan kontak fisik saat merawat anak mereka.

(sumber : https://www.med.ubc.ca/news/holding-infants-or-not-can-leave-traces-on-their-genes/ )

Ketika para ilmuwan membandingkan hingga tingkat molekul DNA di antara anak-anak itu, mereka menemukan bahwa ada perbedaan yang konsisten antara anak-anak dengan kontak fisik rendah dan kontak fisik tinggi. Akibatnya, sel-sel anak-anak yang kontak rendah kurang matang daripada seharusnya mereka di usia aktual anak itu.

Dalam rilisnya, para peneliti mengatakan temuan tersebut adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa sentuhan "memiliki konsekuensi yang dalam dan berpotensi seumur hidup pada epigenome - perubahan biokimia yang memengaruhi ekspresi gen."

Penelitian ini tentu masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk menguatkan temuan ini maupun asumsi pengaruhnya terhadap tumbuh kembang di kemudian hari maupun kaitannya dengan direct breastfeeding atau menyusui langsung. Namun secara garis besar dapat ditarik benang merah bahwa sentuhan dapat memengaruhi hingga tingkat kematangan sel tubuh anak. Dan aktifitas menyusui langsung sudah pasti melibatkan sentuhan untuk waktu yang cukup lama.

Perintah Allah dalam Al Qur'an adalah menyusui langsung, bukan sekedar memberi ASI. Ini rupanya punya konsekuensi yang tak bisa dianggap remeh. Dan ketika kemudian ada penelitian yang membuktikannya, ini menjadi penguat bahwa menyusui langsung memiliki keunggulan hingga tingkat molekul DNA.

Perlu penelitian lebih lanjut tentang efek touching ini jika dikaitkan dengan direct breastfeeding (dbf) atau menyusui langsung. Dalam penelitian yang disebutkan di atas, yang diteliti baru efek sentuhan dalam pola pengasuhan. Belum ada penelitian lanjutan tentang efek dbf secara spesifik dalam artian efek menyentuh dan menyusui sebagai kombinasi penentu gen.

Namun penelitian tesebut sebenarnya semakin menguatkan penjelasan secara ilmiah manfaat dari perintah menyusui (langsung) atau dbf, karena aktifitas menyusui yang sempurna itu pastinya memenuhi kaidah sentuhan yang paling sempurna dimulai dari perlekatan (mulut bayi ke payudara ibu), skin to skin, face to face, eye to eye, perut bertemu perut, dagu bayi menempel pada PD ibu, dll. Tiada sentuhan yg lebih sempurna dari aktifitas menyusui langsung.

Maka yang perlu dilakukan para ibu menyusui adalah pelajari tentang perlekatan dan posisi menyusui yang tepat yang bisa memaksimalkan bonding. Apalagi jika sentuhan itu dipenuhi dengan sempurna dimulai dari sejak lahir dengan IMD dilanjutkan menyusui intensif selama dua tahun penuh. Bayangkan efek positif yang didapatkan dari sentuhan yang berulang terus selama aktifitas menyusui itu.

Maka, mari para busui evaluasi diri apakah dbf selama ini sudah memenuhi kaidah sentuhan yang tepat dan menguatkan bonding?

Dalam beberapa kasus, ada ibu yang terpaksa tidak bisa dbf. Maka tetap upayakan memaksimalkan sentuhan selain perlekatan saat memberikan ASI perah. Bagi yang diberikan kemudahan dbf, bersyukurlah dan nikmati setiap momentnya karena perintah Alloh ta'ala dan juga karena manfaatnya yang luar biasa.

Secara ilmiah, ada yang membedakan antara dbf dengan memberi asip, yaitu peran hormonal yang terjadi saat proses menyusui. Ada hormon oksitosin, celocytokinin, dan prolaktin yang secara sunnatulah turut berperan dalam membentuk susunan genetik pada tubuh ibu dan bayi. Penelitian menunjukkan, Ibu yang menyusui dan banyak menyentuh bayi menjadi lebih peka terhadap pengasuhan bayinya, dan lebih keibuan karena peran hormonal memengaruhi perilaku. Bayipun secara hormonal juga akan tumbuh menjadi anak dengan perilaku yang lebih lembut dan penurut terutama pada ibunya.

Maka dapat disimpulkan bahwa yang dahsyat dari efek sentuhan dan dbf ini adalah terciptanya bonding yang kuat antara ibu dan bayinya. Sedemikian kuatnya bonding ini hingga Al Qur'an menggambarkan hanya goncangan kiamat yang bisa memisahkan seorang ibu dari anaknya.

"(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras."

(QS. Al-Hajj: 2)

Ma sya Allahu la quwwata illa billah.

Ini PR besar umat, terutama untuk para pemilik rahim yang diberikan tugas menghasilkan generasi gemilang Islam. Jika para ibu paham pentingnya dbf ini maka in sya Allah akan paham mengapa generasi nabi, sahabat, tabiin, dan tabi'ut tabiin adalah generasi yang luar biasa. Mengapa Allah sampai tuntun agar Muhammad kecil diasuh Halimah, di lingkungan Bani Sa'ad yang memang dikenal sebagai lingkungan yang sehat dan baik. Semua itu bukan tanpa maksud. Pasti ada pelajaran mahal di dalamnya yang harus kita ambil jika ingin umat ini bangkit. Maka ini harus diawali oleh para ibu yang punya kualitas unggul, punya semangat juang dan kemandirian yang tinggi yang tak kan rela buah hatinya tak terpenuhi haknya disusui selama 2 tahun sempurna.

Bagaimanakah perlekatan dan posisi menyusui yg tepat dan menumbuhkan bonding??

Sebuah studi menunjukkan bahwa kimia otak yang memberikan perasaan nyaman yang disebut dopamine diduga memiliki peran dalam pengembangan ikatan yang sehat antara ibu dan bayi.

Menurut para peneliti, Dopamine ini dapat memotivasi ibu untuk melakukan lebih banyak untuk anak-anak mereka karena hal tersebut mampu membuat ibu merasa lebih baik.

Dan hal ini mungkin tidak akan berhenti hingga bayi bertambah usia.

"Sangat mungkin bahwa proses yang kami amati antara ibu dan bayinya akan terus berlanjut sepanjang masa hidup anak-anaknya tumbuh," kata co-author studi Lisa Feldman Barrett, seorang profesor psikologi di Northeastern University di Boston.

Barrett mengatakan bahwa para peneliti menduga otak bayi berkembang pada tingkat yang lebih tinggi ketika ibunya merawat mereka dengan baik.

"Seorang bayi tidak dilahirkan dengan otak yang telah berkembang penuh," katanya. “Perkembangannya berjalan selama beberapa tahun, dan perkembangan otak yang normal membutuhkan pengasuhan yang responsif.

Bayi yang tidak mendapatkan pengasuhan normal yang mereka butuhkan, pada masa berikutnya lebih cenderung berprestasi buruk di sekolah, memiliki tingkat pencapaian yang lebih rendah, dan berisiko mengalami gangguan mental dan fisikal saat dewasa."

APA ITU PENGASUHAN RESPONSIF?

Yaitu pengasuhan yang melibatkan :

1.Kontak fisik,

2.Kontak mata,

3.Kontak suara

4.Kontak emosional/hati

Dalam sebuah jurnal London journal of primary care yang terbit tahun 2016 dengan tema "THE IMPORTANCE Of EARLY BONDING ON THE LONG-TERM MENTAL HEALTH AND RESILIENCE OF CHILDREN“ mengungkap fakta menarik bagaimana ikatan orangtua dan anak pada usia 0-3 tahun menjadi faktor penting terhadap kesehatan mental (jiwa) dan ketahanan anak jangka panjang.

Lalu apa kaitannya dengan Breastfeeding?

Yang jelas, Breastfeeding ? Breastmilk Feeding.

Menyusui tidak sama dengan memberi ASI.

Ada hikmah besar di baliknya.

Bagaimana menurut bunda-bunda sekalian?

Mari bunda, kita refresh, recharge, dan reframe mindset kita untuk kembali pada panduan ilahiah dalam hal penyusuan. Semoga Allah memberkahi dan memudahkan para ibu menunaikan tugasnya.

Catatan :

Epigenom = terdiri dari semua senyawa kimia yang telah ditambahkan ke keseluruhan DNA seseorang (genom) sebagai cara untuk mengatur kegiatan (ekspresi) dari semua gen dalam genom.

Genom = adalah informasi genetik yang diturunkan dari orang tua, sedangkan epigenome adalah apa yang menentukan bagaimana genom dinyatakan. Apa yang diterima tubuh dari lingkungan internal dan eksternal dari seorang individu, seperti stres, makanan (gizi/nutrisi), perhatian sekitar dan termasuk sentuhan menjadi riwayat epigenetik dan instruksi untuk kontrol genetik hingga kesehatan tubuh, inilah yang menentukan bagaimana gen dinyatakan.

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...