MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > THE ANCIENT ARAB & SEX CHROMOSOMES (Genome) - TENTANG KROMOSOM PENENTU JENIS KELAMIN

THE ANCIENT ARAB & SEX CHROMOSOMES (Genome) - TENTANG KROMOSOM PENENTU JENIS KELAMIN

by. Admin
29 November 2021
THE ANCIENT ARAB & SEX CHROMOSOMES (Genome) - TENTANG KROMOSOM PENENTU JENIS KELAMIN

Dr. Arifin Mufti - The Cordoba Center


"It Is He Who Created The Male And Female Pairs From Semen, When Emitted”.

Di pengajian online tiap usai subuh Selasa dan Jum’at, sampai di pertengahan surat An Nahl (Lebah Madu – Genus Apis), yang menceritakan nasib bayi wanita.

Waktu diputar ke sekitar tahun 600 M di Mekah.

Nasib perempuan di sekitar wilayah Arab statusnya rendah sekali, diper jual belikan bagaikan barang dagangan, ketika bayi banyak yang dibunuh karena orang tuanya malu memiliki anak perempuan, tidak mendapat waris dan tidak bisa ikut kegaris depan bersama pria untuk membantu konsumsi atau tenaga kesehatan, dan lainnya.

Tapi, anehnya, berhala wanita bahkan ada yang berbalut emas disembah sebagai anak tuhan yang disebut, misalnya al Manat. Seorang dewi wanita yang disembah.

Bagaimana muka seorang ayah Arab ketika mendapat kabar bahwa yang lahir adalah bayi wanita, merah padam menahan malu dan marah serta kecewa bercampur aduk (Qs, 16: 58). Dia nerusaha bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Pikirannya kalut, apakah dia akan tetap memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup? (Qs, 16:59).

Sejarah mencatat, kebanyakan bayi perempuan dibunuh, ada yang dicekik mati dan ada yang dikubur hidup-hidup.

.

Memiliki anak perempuan ketika itu adalah AIB sebelum risalah Ilahi datang ke suku Arab.

“ Ingatlah alangkah buruknya keputusan yang mereka tetapkan itu” (An Nahl, 59).

Yang menarik, Kitab Mulia justru menjelaskan dengan isyarat bahwa penentu jenis kelamin bayi adalah di pihak PRIA bukan dari pihak wanita – yaitu ‘karena semprotan sperma’ - tercatat dalam dua ayat di surat An Najm (Bintang) urutan ke-53 dalam susunan Al Qur’an. Sedangkan keterangan perilaku pria Arab yang marah karena mendapatkan bayi perempuan terletak pada urutan ke-16.

Kembali ke abad 21.

Di era kini - seorang dokter pemilik akun @HausofHilton menyampaikan kritiknya: “ Jangan salahkan wanita karena melahirkan anak dengan jenis kelamin perempuan atau laki-laki !” dilaporkan oleh BBC ditahun 2018, juga Jawa Pos (21/1/2018).

Rupanya disejumlah negara, khususnya India mertua sering menyalahkan anak menantu wanita karena tidak bisa menghasilkan anak laki-laki.

Dilaporkan, warga India lebih menginginkan anak laki-laki dibanding anak perempuan, banyak pasangan terus-menerus berusaha memiliki anak sampai mereka memiliki anak laki-laki. Jika sekiranya, janin bayi itu wanita, kebanyakan mereka akan melakukan aborsi secara selektif. Ada sekitar 63 juta jiwa melayang dengan cara ini (BBC, Jawa Pos 21/1/18). Paling banyak diketahui di Punyab dan wilayah Hariyana.

Bahkan ditahun lalu, seorang ayah 43 tahun asal Bareilly bernama Pannalal, membelah perut istrinya, Anita Devi, yang tengah hamil empat bulan. Hal itu ia lakukan setelah seorang pemimpin agama menyebut ia akan memiliki anak perempuan lagi. Padahal, Pannalal sudah memiliki 5 anak perempuan (Tribunnews, 2020).

Di Amerikapun, 7 tahun yang lalu ada kejadian serupa, sekitar 47 persen responden hasil suvey mengatakan ingin anak pertama adalah laki-laki. Sedangkan yang menginginkan anak pertama wanita 14 % (Kompas, 7/8/2014).

Jika mereka tahu, tentu tidak akan menyalahkan pihak wanita dan berusaha dengan cara lain.

Baik sains maupun Kitab Mulia menjelaskan bahwa penentu jenis kelamin utamanya ada pada kromosom ayah (pria).

Klasifikasi: Ringkas – rumit.

Pelajaran Tahun Kedua.

“wa annah? khalaqaz-zaujainid?-d?akara wal-un??

min nu?fatin id?? tumn?” (Qs, 53: 45-46)

“dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,

dari mani, apabila dipancarkan”

Terdapat kata ‘annahu’ yang merujuk tafsir al Mishbah artinya ‘sesungguhnya’, memiliki makna bahwa hanya sedikit orang yang mengetahui makna ayat ini. Yaitu bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh kualitas ‘semprotan sperma ayahnya”.

Unik – ada di surat An Najm (Bintang), sebagai tambahan bukti tidak langsung, bahwa Nabi tidak ‘gila’ dan isi Kitab Mulia memang risalah Ilahi.

Pria menentukan jenis kelamin bayi melalui sperma pembawa kromosom X atau Y. Jika kromosom X ayah bergabung dengan kromosom X ibu akan membentuk bayi perempuan (XX). Kromosom Y yang bergabung dengan ibu akan menjadikan janin berkelamin laki-laki (XY) - (Live Science).

Isi surat An Najm memang unik, ia memberi isyarat adanya Bintang Netron (Neutron Star) Sirius atau bintang ganda (a Binary Stars), menjelaskan lokasi terjauh di Jagad Raya (Sidratul Muntaha), menjelaskan adanya al Jannah (surga) dekat Sidratul Muntaha, menjelaskan bentuk asli Malaikat Jibril yang sangat besar, serta memberi isyarat adanya kromosom penentu jenis kelamin (sex chromosome).

Saya baru paham tentang kromosom sex di awal millennium baru, ketika membaca bukunya Matt Ridley tentang ‘Genom’ yang menjadi best seller Internasional.

Kitab Mulia selain menjelaskan ‘Advanced Panspermia’ (The Origin Of Species), kisah kehidupan manusia di Bumi, juga memberi isyarat yang cukup jelas tentang kelahiran bayi laki-laki atau wanita yang berasal dari semprotan sperma (ejakulasi) dari ayah. Dalam hal ini, ibu hanya ‘menampung’ saja, istilahnya ‘ditanam’ benih di ladang tertentu.

Ini menarik, karena bagian dari Genom (Kumpulan Gen), adalah sebuah kisah tentang bagaimana pembentukan makhluk hidup atau spesies manusia.

Jenis kelamin baik laki maupun wanita ditentukan oleh air (cairan) mani/sperma (nuftatin) dari ayah, dengan “ditanamkan” atau bermakna dipancarkan (ejakulasi) dengan tekanan cukup tinggi (tumnaa).

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 100 milyar sel, diameternya kurang dari 1/10 mm. Ditengah sel ada bintik hitam (nucleus), disitulah sepasang genom (kumpulan gen) berada.

Generasi sekarang, banyak yang paham bahwa kromosom Y membawa sifat-sifat pria (jantan), sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan.

Sebagaimana diketahui, manusia (Al Insaan) memiliki 23 pasang kromosom, dimana pada pria kromosom ke-23 disebut kromosom ‘penentu jenis kelamin’ atau kromosom sex (gomosom), pasangan XY.

Angka 23 ini adalah bilangan prima dan juga ‘save numbers” dalam matematika, sangat isimewa (super), ia juga merepresentasikan dakwah Nabi selama 23 tahun. Letaknya, ‘kebetulan’ ada ditengah bilangan 6236 jumlah ayat.

Bandingkan dengan, misalnya, jumlah kromosom kera (chimpanse) 24 pasang (bilangan bulat biasa), lebih banyak bab, tapi susunannya sangat berbeda. Itu sebabnya, leluhur manusia dengan kera berbeda dan bukan satu keturunan.

Secara ringkas - di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y.

Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah.

Pengetahuan serupa ini hanya diketahui oleh manusia akhir abad ke-20.

Lebih jauh jika belajar genom.

Penentuan jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh kromosom seks yang diturunkan dari kedua induknya.

Kariotipe merupakan komposisi kromosom dari suatu organisme. Secara total, manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom tubuh (AUTOSOM) dan 1 pasang kromosom seks (GONOSOM). Autosom mengandung gen yang diperlukan untuk fungsi normal tubuh manusia. Sedangkan gonosom merupakan kromosom yang bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin.

Pada manusia terdapat 2 jenis kromosom seks, yaitu kromosom X dan kromosom Y.

Seorang wanita memiliki kromosom seks “XX”, sehingga kariotipe wanita normal adalah 22A+XX. Sementara seorang pria memiliki kromosom seks “XY”, dimana kariotipe pria normal adalah 22A+XY.

Pada manusia, munculnya tanda-tanda anatomi jenis kelamin terjadi saat embrio berusia sekitar 2 bulan. Sebelum berumur 2 bulan, ia masih berstruktur umum, dan dapat berkembang menjadi testis atau ovarium. (live science).

Jenis kelamin seorang anak ditentukan oleh kromosom yang dibawa oleh gamet ayahnya. Gamet sendiri merupakan sel haploid (tidak berpasangan) khusus untuk fertilisasi. Gamet-gamet yang melebur dapat identik dalam bentuk dan ukuran (isogami) ataupun berbeda dalam satu atau kedua sifat tersebut (anisogami). Istilah ‘jantan’ dan ‘betina’ sering diterapkan untuk gamet, tetapi hanya berfungsi untuk menunjukkan kelamin asalnya, karena gamet tidak mempunyai kelamin.

Baik dalam testis maupun ovarium, kedua kromosom seks akan bersegregasi selama pembelahan meiosis. Sel telur masing-masing akan mengandung 1 kromosom X. Sementara itu, sel sperma ada yang mengandung kromosom X dan ada yang mengandung kromosom Y.

Jika suatu sperma yang mengandung kromosom X membuahi sel telur maka zigot (pra embrio usia sekitar 2 minggu) akan memiliki kromosom XX dan berkembang menjadi individu wanita. Jika suatu sel sperma yang mengandung kromosom Y membuahi sel telur maka zigot yang terbentuk setelah fertilisasi memiliki kromosom XY dan berjenis kelamin laki-laki.

Ini adalah bagian dari GENOM, kisah tentang species makhluk hidup.

Supaya menarik, saya akan ambil definisi Genom dari bukunya Matt Ridley, “Kisah Species Manusia” . seorang penulis sains terkenal.

Pada dasarnya GENOM adalah buku cerita atau buku resep tentang bagaimana manusia dibuat, letaknya dalam inti sel tubuh manusia, berpasangan, ada yang 22A+XX dan ada yang 22A+XY.

Disebut resep membuat manusia, karena bentuk mata, warna kulit, warna rambut, bentuk bulu, bentuk hidung, tampan atau cantik ditentukan oleh “buku resep ini”.

Dengan demikian, Genom ini bercerita tentang bagaimana membuat manusia (resep), serta kisah manusia mulai dari awal hingga akhir jaman.

Genom ini juga bercerita tentang leluhur kita Adam dan Hawa dalam untaian test DNA yang luarbiasa, namun itu topik berbeda.

Apakah ada tips untuk mendapatkan bayi laki-laki selain masalah kromosom XY ?

Ya, ada selain berdoa juga berikhtiar, misalnya yang direkomendasikan oleh sejumlah jurnal. Ini antara lain, selebihnya bisa melihat artikel kesehatan.

(1) Hubungan seks tepat pada masa subur (ovulasi), (2) Perbaiki kualitas sperma dengan makanan tinggi natrium dan kalium, (3) Pengaturan ph organ seks wanita, dan lain-lain.

Kalau baca buku karya Rachel Gurevich, 'The Doula Advantage' – ada 8 cara bisa membantu untuk ikut menentukan jenis kelamin bayi.

Luar biasa untuk belajar teologi, kita banyak membahas banyak hal

Surat An Najm (Bintang) menjelaskan teologi dan keimanan (faith), penolakkan orang-orang Quraish, dan menjelaskan bahwa Nabi tidak gila diselipkan ayat yang berhubungan dengan genetika (kromosom sex), bagian dari genom, serta lainnya.

Happy Sunday.

Dr. Arifin Mufti

(Founder The Cordoba Centre)

Rabiul Akhir 23, 1443 H

Image 1 credit Live Science - genom manusia, 23 pasang kromosom.

Image 2 credit Live Science - kromosom di inti sel

Image 3 cedit History - Ancient Arabia.

https://www.facebook.com/1646717756/posts/10217996...

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...