MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Mengapa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Dicarikan Ibu Susuan Saat Bayi?

Mengapa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Dicarikan Ibu Susuan Saat Bayi?

by. Admin
18 June 2021
Mengapa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Dicarikan Ibu Susuan Saat Bayi?

Ada pertanyaan masuk seputar kisah Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam disusukan kepada ibu susuan. Penanya bertanya, mengapa ibunda Rasulullah menyerahkan penyusuan putranya ke ibu susuan? Apakah ibunda Nabi memiliki kendala pada air susunya?

.

Pertanyaan ini tidak bisa kami jawab langsung. Perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli ilmu yang paham Siroh Nabawiyyah.

.

Alhamdulillah setelah menanyakan kepada salah satu guru kami, yaitu Ustadz Herfi G. Faizi, Lc., kami memperoleh jawaban dan kami rangkumkan untuk bisa dibaca oleh sahabat Papilio NBC semua.

Jawaban Ustadz Herfi, karena saat itu mencarikan ibu susuan adalah kebiasaan atau adat di masyarakat Quraisy yang sudah berlangsung lama. Adat yang berlaku adalah, wanita dari kalangan bangsawan tidak menyusui bayinya. Seperti kita ketahui, Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lahir dari keluarga terhormat yaitu Bani Hasyim, di suku yang juga terhormat yaitu suku Quraisy. Maka berlakulah adat tersebut. Itu sebabnya kakek Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mencarikan ibu susuan bagi Muhammad kecil. Didapatlah seorang ibu susuan dari Bani Sa' ad yang kita sudah mahsyur dengan namanya. Halimatus Sa'diyah radhiallahu 'anha. Dan wanita dari kalangan Bani Sa' ad sendiri memang mempunyai kebiasaan mencari bayi dari kalangan bangsawan untuk disusui dengan imbalan tertentu.

Bagaimana dengan ASI ibunda Rasulullah? Apakah betul ada kendala seperti asinya tidak keluar? Beberapa riwayat yang didapat disebutkan bahwa ibunda Nabi sempat menyusui selama beberapa hari sebelum kemudian dicarikan ibu susuan. Berarti asi beliau tidak ada kendala. Wallahu a'lam.

Namun yang perlu digarisbawahi, kejadian ini tidak boleh lantas dipahami sebagai kebolehan seorang ibu tidak menyusui bayinya lalu memilih mencari dan membayar ibu susuan. Tidak demikian. Mengapa? Karena adat atau kebiasaan itu terjadi sebelum syariat diturunkan. Adat masyarakat bangsawan Quraisy saat itu di mana ibunya tidak menyusui bayinya membayar ibu susuan untuk menyusuinya tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil untuk menghindari kewajiban menyusui bagi seorang muslimah yang memiliki bayi.

Adapun kaidah tentang ibu susuan sudah diatur dalam syariat, dibatasi dengan syarat dan ketentuan. Ada term and conditionnya. Tidak serta merta langsung mencari ibu susuan sementara ibu kandung bayi memiliki ASI berlimpah.

Menyusui adalah ibadah dan pastinya bernilai pahala. Setiap ibadah yang disyariatkan tentu mempunyai hikmah besar, baik untuk ibu maupun bayinya. Hikmah besarnya bisa meliputi manfaat dalam hal jasmani (seperti manfaat kandungan ASI bagi kesehatan bayi, manfaat menyusui bagi kesehatan ibu, dll) atau manfaat dalam hal rohani (pemenuhan nutrisi jiwa bagi sang bayi dan pembentukan ikatan jiwa ibu dan anak yang bermanfaat besar bagi kesehatan mental keduanya). Jika seorang ibu menyadari ini, dia tak kan melepaskan kesempatan untuk bisa menyusui buah hatinya secara langsung. Terkecuali bagi ibu yang memang terkendala berat dalam hal penyusuan. Sudah berikhtiar namun benar-benar tak bisa, maka yang demikian diperbolehkan mencari ibu susuan.

Semoga Allah tetap memberkahi para ibu tersebut dan memberi pahala atas niatnya.

-admin-

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...