MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > ISRA' MI'RAJ DAN DAKWAH LAKTASI

ISRA' MI'RAJ DAN DAKWAH LAKTASI

by. Admin
11 March 2021
ISRA' MI'RAJ DAN DAKWAH LAKTASI

Tanggal 27 Rajab dalam sejarah Islam dikenal dengan terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam di tahun kedelapan kenabian. Rasulullah diperjalankan oleh Alloh dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso, lalu ke Sidrotul Muntaha. Sebuah perjalanan penghiburan pasca menjalani masa duka atas wafatnya istri beliau Khadijah radhiallahu 'anha dan paman beliau Abu Thalib, dua orang terkasih dan terdekatnya yang selalu mendukung dan melindungi dakwah beliau dari serangan kaum Quraisy.

Perjalanan ini sarat hikmah tentunya, bukan sekedar hiburan semata karena di penghujungnya turun perintah sholat 5 waktu untuk kaum muslimin.

Ada hal yang menjadi catatan penting dari Isra' Mi'raj ini, terkhusus pesan bagi kaum Muslimah yang sering terlupakan. Dikisahkan bahwa Nabi shallallahu'alaihi wasallam melewati neraka. Di sana beliau menjumpai penghuninya ternyata mayoritas adalah kaum wanita.

Nastaghfirullah al adzim.
Na'udzubillahi min dzaalik.

Dan salah satu pemandangan yang beliau jumpai adalah para wanita yang dicabik-cabik payudaranya oleh ular yang ganas karena tidak mau menyusui anaknya tanpa alasan yang syar'i.

Dalam hadist dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Kemudian Malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.”

(HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491, Ibnu Khuzaimah 1986, dan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih menyatakan: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.” Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam Al-Albani).
.
Alasan syar'i di atas menurut para ulama salah satunya adalah alasan kesehatan pada ibu maupun pada bayinya yang dibenarkan oleh medis, dan jika kemudian tidak disusui oleh ibu kandungnya, tidak mengapa jika diberikan ibu susuan dengan catatan tidak membahayakan bagi si bayi.

Dari alasan tidak menyusui karena udzur syar'i ini, pilihan pengganti ASI atau susu formula pun boleh jika dalam kondisi #darurat, misal karena tidak mendapatkan ibu susuan, dan tidak memberikan mudharat atau efek negatif bagi bayi. Darurat yang dimaksud ini artinya benar-benar mengancam keselamatan bayi jika tidak diberikan pengganti ASI. Bukan sekedar prasangka atau galau berat badan. Wallahu 'alam.

Harap diperhatikan catatan pentingnya : DARURAT dan TIDAK MEMBERI MUDHARAT atau efek negatif. Nah, akhirnya perlu juga lho belajar ilmunya tentang apa itu susu formula, bahaya / efek samping susu formula dan kode etik penggunaannya agar standar darurat dan tidak memberikan mudharat bagi bayi ini tidak asal-asalan juga.

Dari sini pun bisa dilihat jelas bahwa pemberian sufor atau pengganti ASI sebenarnya sifatnya adalah pilihan darurat atau terpaksa. Ada kondisi yang membuatnya sampai pada pilihan itu. Namun pada kenyataan di lapangan, tim Sentra Laktasi Muslimah sebagai partner Papilio NBC banyak menerima aduan para ibu yang sedang berjuang untuk bisa menyusui dengan lancar seringkali dihadapkan pada desakan dari lingkungan sekitar agar segera beralih ke sufor ketimbang mendukung upaya para ibu tersebut.

Inilah yang menjadikan salah satu motivasi dan alasan kuat tim SALMA, di bawah bimbingan Bunda Arit Widowati selaku founder SALMA dan konselor andalan Papilio berusaha istiqomah di jalan dakwah yang terasing ini, karena masih banyak kaum muslimin dan muslimah yang tak tahu konsekuensi berat atas tidak tuntasnya tugas penyusuan. Menyusui bukan sekedar memberi makan ke bayi, bukan sekedar resiko bikin bayi sehat ga sehat, bukan pula sekedar diresahkan dengan isu stunting. Tapi menyusui itu juga soal bonding, genetik, meneruskan kesholihan, membentuk generasi berikutnya agar jangan sampai lemah fisik dan psikologisnya. Ada generasi penerus yang menjadi taruhannya.
.
Akankah anda para sahabat bersedia berjalan bersama dan menjadi bagian syi'ar Dakwah ASI dan Menyusui? Sebuah pelajaran penting penuh hikmah luar biasa yang hadir bersamaan dengan turunnya perintah sholat bagi kaum muslim, bukti dakwah laktasi ini bukanlah hal yang sepele dan wajib dikejar ilmunya oleh semuanya, bukan cuma yang hamil dan menyusui saja.

Semoga menambah renungan kita akan hikmah di balik perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam.

Barokallohu fiikum jami'an.

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...