MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > PRINCESS SOPHIA - Latihan Mengubah Posisi Sungsang

PRINCESS SOPHIA - Latihan Mengubah Posisi Sungsang

by. Admin
03 July 2018
PRINCESS SOPHIA - Latihan Mengubah Posisi Sungsang

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. " Q.S Al Baqarah : 45

Bismillah, seperti halnya judul yang saya tuliskan diatas, kelahiran bayi perempuan ini sangat cantik, bukan hanya karena dia lahir setelah dua orang kakak yang semuanya laki-laki, bukan hanya karena dia mungil, cempluk dan bersih yang melalui proses kelahiran lembut di dalam air yang membuat dia tenang, bukan karena jari-jarinya sangat putih dengan warna kuku yang merah saat awal kelahiran, namun maknanya lebih dari itu, sangat mendalam hingga membuat saya dan kedua orang tuanya takjub akan keajaiban Allah sekali lagi, yah…sekali lagi!

Tanggal 18 september 2017

Bunda Y, bunda sholehah ini sedang mengandung anak ke tiga yang dengan riwayat kedua anak sebelumnya secara pervaginam (normal). Sudah sejak usia kehamilan 24 minggu beliau menghubungi saya lewat WA namun hingga kehamilan ke 34 minggu ini belum sempat bertemu dalam pemeriksaan antenatal (kehamilan) dikarenakan jarak rumah beliau yang jauh di Surabaya. Bunda Y menceritakan bahwa saat usia 32 minggu lalu melakukan USG dan hasilnya posisi bayi masih sungsang. Beliau diingatkan jika usia kehamilan sudah lewat 36 minggu, posisi janin kepala masih di atas maka akan SC. Cemas menjadi hal yang wajar karena beliau selalu memotivasi diri untuk persalinan normal. Saya menyarankan beliau untuk segera bertemu saya untuk konsultasi via darat dan beliau segera mendiskusikan jadwal pertemuan dengan suami bunda Y, Pak D.

Tanggal 21 september 2017

Bunda Y datang ke papilio dengan diantar Pak D dan kedua kakak bayi yang sangat antusias menunggu kelahiran adiknya. Hasil pemeriksaan saya memang posisi bayi masih sungsang. Saya meminta Bunda Y dan Pak D untuk sabar menunggu perubahan posisi bayi. Kami mendiskusikan ikhtiar-ikhtiar apa saja yang akan dilakukan agar bayi dapat mudah merubah posisi menjadi normal dengan keyakinan bahwa masih ada kesempatan menjalani semua itu hingga diberi tanda persalinan dari Allah. Tentu saja diskusi kami disempurnakan dengan langkah serta solusi jika memang Allah tidak memerintahkan bayi untuk memutar posisi sesuai yang kita inginkan karena kita harus selalu ingat bahwa Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk kita.

Tanggal 26 September 2017

Bunda Y selalu memberi kabar kepada saya apapun yang beliau lakukan dari hal-hal kecil, seperti makan buah dan sayur ini dan itu, berenang setiap 2 hari sekali, rencana akupresure hingga posisi bayi yang masih berputar-putar dari sungsang ke lintang. Saya sangat senang dengan pasien yang selalu mengabari saya seperti ini karena dengan begitu kami akan merasa lebih dekat dan saling terhubung walau jarak jauh.

Tanggal 30 September 2017

Tiba-tiba saya menemukan postingan instagram tentang persalinan sungsang alami di luar negeri kemudian saya mengirimkan itu ke Bunda Y untuk membuatnya selalu semangat dalam menjalani kehamilan. Saya mengatakan, “Tempatkan ikhtiar sebagai amal sholeh, bukan sebagai Tuhan. Meskipun kita sudah susah payah menjalani usaha agar posisi bayi mau berubah, namun jika pada akhirnya bayi tetap tidak berubah posisi ke normal, maka kita tidak merasa itu hal yang sia-sia. Karena kewajiban kita sebagai makhluk Allah adalah berikhtiar dan tawwakal. Jadi hasilnya terserah Allah yang menetukan.”

Awal Oktober 2017..

Bunda Y kontrol ke papilio masih selalu ditemani Pak D, Pak Dosen yang selalu semangat belajar hal-hal dalam prenatal class. Pemeriksaan saat ini kehamilan akan menuju ke 36 minggu dan bayi masih sungsang. “Yah, masih membutuhkan sabar lagi ya Bunda…” pesan saya.

Tanggal 13 Oktober 2017

Bunda Y menyapa saya lagi via WA, “Dapat salam dari dek Sophia tante bidan…ini posisinya jadi melintang.” Proses kesabaran dalam menunggu ini merupakan ujian yang tidaklah mudah bagi siapapun, termasuk diri saya sendiri. Bunda Y dan suaminya merupakan salah satu dari sekian juta orang tua hebat di dunia.

Tanggal 24 Oktober 2017

Memang ada kalanya manusia berada pada titik lemah, jenuh karena kabar baik yang kita inginkan belum tercapai. Saya mengingatkan Bunda Y untuk selalu beristigfar dan berdo’a. Bunda Y masih melakukan ikhtiar dengan semakin sering dan semakin khusyuk untuk merangsang perubahan posisi bayi.

Tanggal 28 oktober 2017

Bunda Y kontrol ke papilio lalu dengan hasil pemeriksaan saya bayi letak obligh. Saat ini usia kehamilan sudah 39 minggu. Saya memberikan semangat kesabaran lagi kepada beliau untuk bersedia menunggu lagi sampai ada tanda persalinan dengan munculnya kontraksi. “Kurang sedikit lagi ya kepalanya memutar kearah panggul, ditunggu saja walau ada kemungkinan memutar sungsang lagi.” Kata saya. Pak D juga terlihat bahagia dengan cengkraman tangannya yang dapat merasakan kepala bayinya dalam Rahim.

Bunda Y telah menyerahkan birthplan yang menyatakan keinginannya untuk melahirkan dengan metode waterbirth dan ketika bayi keluar dari jalan lahir, suaminya dapat menangkap bayi untuk pertama kalinya. PR kami menyampaikan kepada Allah proposal kami bersama ini agar Allah acc. InsyaAllah jadilah kami tim yang kompak dan mewujudkan persalinan yang personalize dan customize.

Tanggal 06 November 2017 Jam 10.00

HPL lebih 1 hari, Bunda Y, Pak D dan 2 kakak datang ke papilio dengan membawa persiapan barang-barang persalinan karena sebelumnya Bunda Y memberikan kabar bahwa beliau sudah mengalami kontraksi sejak kemarin dan mengeluarkan bercak lendir bercampur darah. saya dan asisten melakukan pemeriksaan kontraksi yang sudah ada setiap 10 menit dan stabil namun kepala bayi berada pada posisi sungsang. Saya galau? Jelas..! namun saya punya senjata yang paling dahsyat, yaitu Allah SWT. Saya memberikan briefing kepada asisten, Bunda Y dan Pak D atas persalinan yang akan kita jalani saat ini, yaitu persalinan alami dengan bayi sungsang. Bunda Y dan Pak D telah siap dan pasrah atas kemungkinan terburuk yang terjadi bukan atas paksaan saya sebagai bidan. Mobil dan RS rujukan paling dekat telah kami siapkan.

Observasi denyut jantung dan kesejahteraan ibu akan nutrisi dan gerakan induksi alami telah kami lalukan. Data makanan kesukaan, buah kesukaan, wangi-wangian kesukaan sampai kegiatan yang menjadi favorit pasien telah kami dapatkan jauh sebelum adanya persalinan. Hal ini merupakan salah satu program penting dari Papilio untuk memberikan kenyamanan pasien yang seideal mungkin.

Tanggal 07 November 2017 Jam 04.00
Pemeriksaan saat ini posisi kepala bayi masih berada di atas.

Jam 08.00 wib

Kontraksi terjadi lebih kuat setiap 3 menit dengan durasi sangat lama, setelah massage endorfine jadwal bunda Y adalah mandi dengan berendam air hangat selama beberapa menit lalu kemudian sholat dhuha dengan khusyuk sambil menikmati sensasi kontraksi yang kuat. Namun setelah berendam beberapa menit Bunda Y meminta saya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui pembukaan dan saya menuruti hal itu.

“kalau memang belum pembukaan banyak saya mau lanjut berendam lagi mbak wina..” kata Bunda Y karena paham komitmen kita untuk bayi sungsang tidak untuk persalinan di air.

Bunda Y bergegas memposisikan diri untuk diperiksa dalam. Pelan-pelan saya memasukkan tangan dengan hati-hati dan mata saya terbelalak, kaget, seperti menyentuh benda bulat dan keras!

“Kepala!!! Ini Kepala!” ucap saya dengan volume agak tinggi karena merasa takjub.

“Sebentar saya pastikan lagi..” sambung saya dengan melepas sarung tangan lalu melakukan pemeriksaan palpasi luar dapatkan memang bagian kepala sudah masuk panggul sangat dalam.

“MasyaAllah, ini yakin kepala! Ayo sudah lanjut persalinan di air ya soalnya sudah pembukaan 7-8 cm tipis.”

Bunda Y terlihat bertambah semangat dan Pak D sangat takjub dengan membimbing Bunda Y kembali masuk ke dalam air untuk berendam.

Jam 09.45 wib

Bunda Y merasakan sensasi kepala bayi semakin membuka perineum tetapi Bunda Y masih menahan diri dengan relaksasi nafas, hingga kepala bayi terlihat membuka perineum dengan diameter 5 cm. Barokallah, tepat jam 10.00 baby Sophia lahir dengan lembut di dalam air dengan sempat saya melepas lilitan talipusat 1 kali di leher kemudian saya mengangkat dari air dengan perlahan-lahan lalu dilanjutkan sang Ayah menangkap tubuh putri kecilnya itu dengan tangisan haru, seruan puji syukur kepada Allah dengan tak henti-hentinya lalu berlanjut ke dekapan ibunya yang masih di dalam rendaman air hangat. Duo abang yang juga berpartisipasi dalam tim hore kelahiran adiknya juga bersuka ria. Menit-menit terakhir memutar posisi...Duh, bahagia ya nak dibantu sama Allah untuk lahir di tengah-tengah keluarga yang sholeh dan Bunda yang sholehah, sampai bundamu masih sempat menyesal karena tidak sempat menunaikan sholat dhuha. “Sayang ya mbak, tadi belum sempat sholat..” Ucap bunda Y.
"Ndakpapa bunda, yang penting kita sudah ada niat. Allah pasti tahu hal itu." Jawab saya sambil senyum.

Papilio Natural Birth Center
#beautyofbirth

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...