MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Apa yang Perlu Diketahui tentang Obat untuk Ibu Menyusui?

Apa yang Perlu Diketahui tentang Obat untuk Ibu Menyusui?

by. Admin
19 May 2018
Apa yang Perlu Diketahui tentang Obat untuk Ibu Menyusui?

Bismillah

Setelah melahirkan, seorang ibu sangat dianjurkan ( hampir diwajibkan) untuk sebisa mungkin memberikan ASI kepada buah hatinya, terutama ASI eksklusif selama paling tidak 6 bulan pertama dan di lanjutkan sampai 2 tahun. Jika si ibu sehat sehat saja tentu tak ada masalah. Bagaimana jika sakit dan harus minum obat ?

Sebagian besar obat yang diminum ibu menyusui bisa masuk ke dalam ASI. Ada yang kadarnya besar, ada pula yang kadarnya kecil. Sebagian diantaranya tidak berbahaya, sebagian yang lainnya mungkin berisiko buruk bagi bayi.

Contoh, antibiotik golongan kotrimoksazol bisa menyebabkan bayi kuning. Obat golongan estrogen bisa menyebabkan penurunan produksi ASI. Estrogen biasanya terdapat di dala m pil KB (kontrasepsi oral) atau obat hipertensi golongan diuretik tiazida.

Sebagian besar obat golongan antihistamin bisa menyebabkan bayi mengantuk atau rewel. Antihistamin biasanya terdapat dalam obat alergi, obat flu-pilek, atau obat batuk. Ini hanya beberapa contoh bahwa apa yang diminum ibu bisa menimbulkan efek merugikan untuk si bayi.

Karena alasan kesehatan bayi itulah, selama menyusui, si ibu dianjurkan sebisa mungkin untuk tidak minum obat. Caranya, tentu saja menjaga kesehatan dengan ketat. Jika makanan tertentu biasanya menyebabkan batuk atau radang tenggorok, maka si ibu sebisa mungkin harus menghindarinya. Meskipun kepengen banget ya????. Demi cinta kepada buah hati, menghindari makanan dan minuman tertentu selama menyusui tentu bukan perkara besar.

Biasanya aktivitas menyusui dan merawat bayi membuat ibu kecapekan dan mungkin menyebabkan daya tahan tubuhnya turun. Jika si ibu kurang istirahat, ia bisa memberi ASI sambil tiduran. Untuk mengganti cairan tubuh yang keluar, si ibu sebaiknya minum cairan setiap kali habis menyusui.

Pilih Obat Tunggal

Jika si ibu sudah berusaha keras menjaga kesehatan tapi tetap sakit, ia disarankan untuk sebisa mungkin mengobati sakitnya dengan cara non-farmakologis (tanpa minum obat). Kalaupun terpaksa minum obat, pilihlah obat tunggal yang memang aman untuk ibu menyusui.

Hindari obat -obatan yang kandungannya berupa kombinasi bermacam-macam zat aktif. Obat seperti ini banyak dijumpai di obat flu dan obat batuk yang banyak dijual bebas. Sebagai contoh, obat-obat flu dan obat batuk mungkin saja berisi campuran parasetamol, dekstrometorfan, fenilpropanolamin, atau pseudoefedrin, CTM dan gliseril guaiakolat (GG). Sebagian isi obat ini sangat mungkin tiak diperlukan si ibu.

Komposisi obat secara mudah bisa kita baca pada kemasan atau brosurnya. Makin banyak kandungan obat yang diminum si ibu, makin besar risiko si bayi mengalami efek buruknya. Jika si ibu memerlukan obat penurun demam atau pereda nyeri dan sakit kepala, ia bisa minum obat yang isinya parasetamol tunggal. Bukan yang dicampur dengan beberapa jenks obat lain. Jika kita tkdak tahu merek dagang obat yang isinya tunggal, kita bisa bertanya di apotek. Sekali lagi, prinsipnya batasi hanya minum obat yang memang diperlukan saja.

Informasi keamanan suatu obat buat ibu menyusui biasanya tercantum di dalam brosur yang ada pada kemasan obat. Kadang, informasi hanya menyebutkan keamanan pada ibu hamil. Pada umumnya, obat yang tidak aman bagi ibu hamil juga tidak aman bagi ibu menyusui.

Perlu tidaknya ibu menyusui minum obat harus selalu didasarkan pada pertimbangan rasio antara risiko dan manfaat. Harus ditimbang, seberapa besar risiko buat bayi dan seberapa besar manfaat buat si ibu. Ini patokan umum dalam ilmu kedokteran. Si ibu diperbolehkan minum obat hanya jika memang risiko buat si bayi bisa lebih kecil daripada manfaatnya.

Pilih yang efek sampingnya paling kecil

Sebagian besar obat-obatan yang aman buat ibu hamil biasanya aman juga buat ibu menyusui. Sebetulnya daftar obat yang aman buat ibu hamil tidak sama persis dengan daftar obat yang aman buat ibu menyusui. Pada busui, penggunaan obat sedikit berbeda. Sebagai contoh, obat penurun demam dan pereda nyeri ibuprofen. Pada masa kehamilan, obat ini tidak dianjurkan dipakai. Tapi di masa menyusui, obat ini boleh diminum.

Tapi demi alasan kemudahan dan keamanan, kita bisa menggunakan patolan sederhana: obat yg tidak aman selama kehamilan sebaiknya tetap dihindari selama masa menyusui, kecuali atas resep nakes.

Jika memang sangat diperlukan, busui boleh menggunakan obat-obat yang termasuk kategori aman buat bumil. Selama minum obat, si ibu sebaiknya terus memantau perubahan yang terjadi pada bayi atau produksi ASI.

Contoh kategori obat:

1. Kafein

Obat ini kadang terdapat dalam obat sakit kepala atau migrain, fungsinya untuk melancarkan petedaran darah ke kepala. Jika si ibu minum obat yang mengandung kafein, sebaiknya ia juga memantau kemungkinan rewel pada bayinya.

2. Pil KB dan obat hormon

Obat-obat hormonal terdapat di dalam pil kontrasrpsi (pil KB) atau obat-obat resep untuk gangguan siklus menstruasi. Obat-obat yang mengandung levonorgestrel, medroksiprogesteron, dan noretisteron tergolong aman buat ibu menyusui.

Sementara obat yang berisi etinilestradiol bisa menurunkan produksi ASI. Contoh merek dagang pil KB yang mengandung etinilestradiol: Mycrogynon, Diane, Yasmin, Mercilon, Microdiol, Cyclogynon. Dan harus pantau produksi ASI.

Apabila si ibu memutuskan untuk ber KB saat masih menyusui, ibu bisa menggunakan pil KB yang tidak kombinasi atau tunggal.

3. Obat pelancar ASI

Di pasaran, tersedia beberapa obat tradisional yang diklaim bisa meningkatkan produksi ASI. Biasanya obat-obat ini berisi ekstrak bahan herbal, misalnya daun katuk.

Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat maupun suplemen. Ini bukan sekedar terkait dengan alasan keamanan, tapi juga alasan kelengkapan gizi. Kebutuhan gizi sebaiknya dicukupi dari makanan dan minuman sehari-hari: buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, daging, telur dll

Daripada minum pil berisi daun katuk, akan lebih baik kalau busui makan sayur katuk. Dengan makan sayur katuk, ia bisa memperoleh serat, vitamin, mineral dan zat-zat gizi lain dalam komposisi yang lebih komplit dan seimbang.

Intinya, jika masalah produksi ASI bisa diatasi dengan suplemen, itu berarti sebetulnya masalah tersebut bisa diatasi dengan makanan. Pada umumnya, penyebab kurangnya produksi ASI adalah masalah-masalah yang tidak bisa diatasi dengan hanya minum suplemen. Misalnya

* Gagal Inisiasi Menyusu Dini

*Jarang menyusui

* Penggunaan susu formula atau dot

* Kondisi psikologis ibu

* Hipertiroidisme

Read other articles & publications:
MASA REMAJA / PUBERTAS, ADAKAH? (MENGAPA ISLAM TIDAK MENGGUNAKAN KATA REMAJA)
- Ustadz Budi Ashari, Lc - Saya yaki...
SPA PUTING
Oleh : Bunda Arit Widowati, Founder Sentra...
PENGGUNAAN NECK RING PADA SPA BAYI
Beberapa waktu yang lalu viral tentang per...