MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > AYAH ASI, AYAH KEKINIAN SEPANJANG MASA, SANG PENENTU GENERASI

AYAH ASI, AYAH KEKINIAN SEPANJANG MASA, SANG PENENTU GENERASI

by. Admin
03 June 2022
AYAH ASI, AYAH KEKINIAN SEPANJANG MASA, SANG PENENTU GENERASI

By : Bunda Arit Widowati

Konselor Laktasi Papilio Natural Birth Center

Saya pilih judul di atas karena memang istilah Ayah ASI itu sebenernya pesan pentingnya sudah ada sejak Islam ada, sejak Al Quran diturunkan. Bukan sekedar trend. Tapi harus didakwahkan terus-menerus sepanjang masa. Tapi sayang kenyataannya tidak seperti itu. Masih banyak Ayah muslim yang belum paham tugas dan peran pentingnya dalam menjamin hak ASI bayi sebagaimana Al Quran mengaturnya. Masih banyak yang berpikir bahwa ASI dan menyusui adalah urusan si ibu saja yang seharusnya paham dan wajib paham.

Namun ada juga sebagian Ayah yang mulai mengkampanyekan istilah Ayah ASI sebagai bagian dari tim pendukung kesuksesan ibu menyusui. Ini sudah bagus, tapi di sisi lain hal ini sebenernya justru membuktikan bahwa masih banyak yang belum paham bahwa Ayah ASI ini bukan sekedar trend atau asyuk-asyikan, bukan pula sekedar tim pendukung, tapi justru PENENTU! Karena begitulah Islam mengajarkan.

Nanti kita kupas ya...

Karenanya, ga bisa Ayah ASI itu sekedar dikampanyekan, tapi kudu harus wajib diDAKWAHkan! Beda lho ya Kampanye ASI dan Dakwah ASI itu.

Dalam teori parenting, peran Ayah pasti disebutkan, salah satunya seperti yang pernah disampaikan oleh Ust Bendri Jaisyurrahman, dikatakan bahwa negeri ini hampir kehilangan Ayah. A fatherless country. Padahal semangat Quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Bahkan Ibnul Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud berkata, “Jika terjadi kerusakan pada anak, penyebab utamanya adalah AYAH.”

Teori parenting ini sangat tepat sekali, bagus sangat! Tapiii....ada tapinya....Sayangnya pembahasan teori tentanf peran Ayah dalam pengasuhan ini seringnya hanya membahas bagaimana peran Ayah saat anak sudah mulai balita atau pasca penyapihan. Tidak dimulai sejak masa kehamilan, persalinan bahkan masa menyusui. Balik lagi ya, fokus ke peran Ayah. Iya, AYAH saja dulu.

Di rumah saya ada beberapa buku tentang ASI, diantaranya buku panduan Pelatihan Konselor Menyusui selama 48 jam sesuai standar WHO, ada juga buku terjemahan karya JAck Newman The Ultimate Breastfeeding, dan beberapa buku lain. Namun ketika saya harus berbagi ilmu seputar laktasi baik mengisi kajian, kelas ASI atau konseling, yang pertama kali saya buka dan sampaikan bukan buku-buku tersebut, tapi saya sampaikan dulu apa yang ada dalam AL Quran dan hadits, tentang bagaimana Alloh dan Rasululloh sangat memuliakan Hak ASI Bayi selama minimal 2 tahun di awal kehidupannya, karena begitulah seharusnya kita menjalankan semua urusan hidup berdasar pada petunjuk hidup paling dasar yaitu Al Quran dan Hadits.

Balik lagi tentang Ayah ASI, di surat apakah Alloh mengaturnya dalam Al Quran? Sudah pada tahu pasti ya... Yup, salah satunya Al Baqarah 233 yang paling dikenal, namun sedikit sekali yang mengupasnya dari sudut pandang ilmu laktasi dan parenting. Well, saya bukan ahli tafsir, tapi ijinkan saya berbagi terjemahan dari berbagai ustdaz yang pernah saya pelajari dari surat ini ya...

Al Baqarah 233 :
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Point yg ingin saya sampaikan adalah :

1. Kewajiban menyusui ada pada ibu, menyusui adalah sunnatullah, salah satu kodrat wanita, karena perangkat (alat) untuk menyusui ada pada Ibu, dan ketika manusia sudah mulai meninggalkan kodratnya maka pasti akan muncul kerusakan di bumi ini (Ustad Muhalimin, LC. Link : https://youtu.be/eOrSvgG8Tog)

2. Menyusui hingga 2 tahun adalah "sempurna", artinya jika dilakukan penyapihan kurang dari 2 tahun bisa menjadi dosa kecuali bagi ortu yang terjadi masalah perceraian dan keduanya sepakat melakukan penyapihan dari ibu kandungnya, namun selanjutnya tetap Ayah wajib mencarikan Ibu susuan (Ustadz Muhalimin, LC). Lalu Bagaimana jika lebih dr 2 tahun? saya tidak menemukan adanya larangan sehingga tidak berani mengatakan itu haram atau tidak boleh, namun saya cukup katakan itu tidak termasuk kriteria sempurna dan ahsannya sebagai muslim kita kejar dan penuhi yang sempurna sesuai kriteria Alloh.

3. Jaminan Pemenuhan hak ASI bayi ada pada Ayah. Ayah wajib memberi nafkah (makan dan pakaian) ibu hingga masa penyusuan selama 2 thn. Nah, inilah yang saya maksud bahwa Ayah adalah penentu, bukan sekedar pendukung, ya. Alloh menggunakan kata Ayah dan Ibu, bukan suami dan istri, karena memang pemenuhan nafkah dari Ayah kepada Ibu kaitannya dengan terpenuhinya kebutuhan bayi akan ASI dari Ibunya. dan ketika terjadi perceraian, si Ibu boleh tidak menyusui lagi anaknya dengan kesepakatan dan nafkah dari Ayah pun terhenti sampai disini. Dan Ayah wajib mencarikan Ibu Susuan. Jadi Tetap Hak ASI bayi terjamin terpenuhi selama 2 tahun meski bukan dari Ibu kandungnya. Hal inipun sejalan dengan ilmu laktasi di mana pemenuhan nafkah lahir dan batin dari Ayah akan membuat ibu merasa dicintai dan bahagia sehingga melancarkan hormon-hormon ASI (prolaktin dan oksitosin) dan ASIpun mengalir dengan deras dan berkualitas. Namun meski Ayah wajib memenuhi kebutuhan ibu, bukan berarti Ibu boleh minta berlebihan diluar kemampuan Ayah. Ingat, dengan cara yang ma'ruf, ya, artinya janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya.

Jadi para Ayah harus siap kelak jika ditanya Alloh dan Rasulullah, seberapa kuat ikhtiarmu menjamin hak ASI anakmu.

Semua uraian diatas senada dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat tentang Cara Mendidik Anak Agar Dekat Dengan Alloh (link : https://youtu.be/2gOTr0Zf0AM) yang saya rangkum sebagai berikut :
>> Pendidikan setelah lahir, surat Al Baqarah 233 :
"Untuk mewujudkan ikhtiar di atas. Ketika bayi dilahirkan, berikan makanan yang Alloh langsung berikan pada kedua orang tuanya yang sangat halal thoyyib, yaitu ASI. Dan hendaknya perempuan yang baru melahirkan, konsentrasi untuk hanya menyusui anaknya saja, kalau memungkinkan 2 tahun yang sempurna berikan ASI. Ini makanan terhalal pertama yang dianugerahkan oleh Alloh pada seorang ibu untuk anaknya. Ini Masya Alloh, maksimalkan! Ini perintah Al Quran. Jadi, kalau ibu ada ASI, jangan berikan yang lain. Anak ibu, anak ibu. Bukan anak sapi. Berikan susu ibunya, bukan susu sapi. Berikan ASI, ini yang terbaik. Dan telah banyak penelitian mengatakan bahwa di balik ASI ada manfaat-manfaat besar.
Yang paling menarik, pada para Ayah yang baru dikaruniai anaknya itu, jangan merepotkan istri untuk mengerjakan banyak hal lain lagi, SELAIN MENYUSUI SAJA. Maka antum yang siapkan pakaiannya, antum yang carikan kebutuhan makanannya. Jadi biarkan istri fokus pada keadaannya saja. Perempuan yang baru melahirkan itu kesulitannya luar biasa, sakitnya luar biasa. Maka Masyaa Alloh, setengah sakitnya akan hilang ketika melihat bayinya, setengahnya lagi ketika melihat suaminya datang disampingnya memberikan ketenangan, menyiapkan pakaiannya, makanannya."

Nah, kan, bukan saya saja yang mengatakan bahwa AYAH ASI itu berperan utama dalam pemenuhan Hak ASI bayi. Karena memang Al Quran yang mengatakan.

Buat para Ayah, mari berjuang menjadi Ayah ASI sebagai bentuk iman dan takwa atas perintah Alloh, bukan sekedar pendukung, bukan sekedar kampanye ASI, tapi penuhi dan dakwahkan pada sesamamu!

Semoga keberkahan untukmu, sang penyelamat generasi.

Wallahu a'lam

Bunda Arit Widowati,
(Founder Sentra Laktasi Muslimah dan Konselor Laktasi Papilio Natural Birth Center)

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...