MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Menyusui Saat Hamil

Menyusui Saat Hamil

by. Admin
30 June 2020
Menyusui Saat Hamil

Banyak orang tua yang bertanya, amankah menyusui di saat hamil?

Jawabannya, YA. Ketika anak masih berada dalam masa penyusuan (kurang dari 2 tahun) maka ibu wajib untuk mengusahakan ASI untuk anaknya, baik dengan tetap menyusui ataupun mencarikan ibu susuan. Selama tidak ada riwayat pendarahan dan kontraksi yang berlebihan, atau tanda-tanda persalinan premature, maka menyusui kala hamil dianggap aman.

Meskipun kontraksi rahim terkadang dirasakan kala menyusui, tetapi hal ini adalah sesuatu yang normal dari kehamilan. Kontraksi yang sama sering terjadi selama hubungan seksual, banyak pasangan yang tetap berlanjut sepanjang kehamilan. Ketika terjadi kontraksi, yang harus dilakukan Ibu adalah istirahat sejenak sampai kontraksi hilang. Setelah itu dapat melanjutkan kegiatan menyusui kembali.

Banyak tenaga kesehatan termasuk dokter yang khawatir akan terjadi kelahiran prematur atau keguguran jika seorang ibu tetap melanjutkan proses menyusui saat hamil, tetapi sebenarnya argument mereka tidak memiliki dasar yang kuat. Sebuah penelitian terbaru tentang kehamilan dan rahim mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada dasar teoritis bahwa menyusui dapat menyebabkan persalinan prematur atau keguguran pada kehamilan yang sehat. Justru sebaliknya yang akan terjadi, rahim akan memiliki banyak pengamanan untuk mencegah reaksi keras terhadap oksitosin selama menyusui.

Menariknya, tak satupun di antara para ahli yang melihat potensi hubungan antara menyusui dan komplikasi kehamilan. Lesley Regan, PhD, MD menyatakan dalam Adventures in Tandem Nursing bahwa dia tidak melihat dampak buruk dari kegiatan menyusui terhadap kehamilan, bahkan jika ibu memiliki riwayat keguguran atau mengalami ancaman keguguran sekalipun.

Keguguran terjadi secara spontan pada sekitar 16-30 persen dari seluruh kehamilan, sehingga kadang-kadang akan terjadi saat ibu menyusui. Ibu menyusui sebaiknya tidak menambah beban rasa bersalah dengan rasa sakit kehilangan bayi karena keguguran.

Namun, kebanyakan ibu yang sedang menyusui saat hamil melihat adanya penurunan pasokan susu pada pertengahan kehamilan, kadang-kadang pada awal bulan pertama. Selama kehamilan, susu matur juga mengalami perubahan bertahap menjadi kolostrum.

Satu teori mengatakan bahwa penyebab pasokan ASI menurun selama kehamilan karena progesteron membuat alveoli 'permeable' (memungkinkan untuk dilewati cairan), sehingga mereka tidak dapat menyimpan ASI dengan baik. Dan ketika bayi lahir (bersamaan dengan keluarnya plasenta) tingkat progesteron turun drastis, sehingga memungkinkan prolaktin untuk mengambil alih. Prolaktin membuat kedap alveoli, sehingga membuat produksi ASI berlebihan.

Penurunan produksi ASI biasanya terjadi meskipun frekuensi menyusui terus atau meningkat, namun sebagian kecil ibu hamil mengaku tidak mengalami penurunan pasokan ASI. Tentunya ini terjadi jika anak tidak mengurangi permintaan, yang selanjutnya akan menurunkan pasokan. Namun ibu yang sedang hamil dan produksi ASI-nya menurun tak perlu khawatir karena ASI pada bulan ke-4 kehamilan mulai berubah menjadi kolostrum sehingga si kecil bisa mendapatkan ASI kolostrum lebih banyak dan lebih lama. Kehebatan dan keistimewaan ASI kolostrum dapat dirasakannya sampai dengan minggu pertama setelah kelahiran.

Jika produksi ASI telah mulai menurun namun anak masih berada dalam masa ASI eksklusif, maka orang tua dapat mencarikan ibu susuan atau ASI donor untuk anaknya. Jika terpaksa tidak mendapatkan ASI donor, maka tetap tidak dianjurkan untuk memberikan susu formula. Pemberian makanan sehat alami lebih baik daripada susu formula yang mempunyai banyak tambahan zat kimia. Ibu bisa membuatkan nabiz (air rendaman kurma), air madu, bahkan air tajin beras merah untuk buah hati yang belum genap 6 bulan. Tetapi harus dicatat bahwa penggunaan air putih tidak dianjurkan. Mineral yang terdapat dalam air putih bisa memperberat kerja ginjal bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan, sehingga kami menyarankan agar air putih diganti dengan air zam-zam. Demikian juga dengan madu, pilih madu ASLI, bebas dari tambahan gula.

Dengan tetap menyusui kala hamil, anak akan mendapatkan keuntungan dari menyusui ke tahun kedua dan seterusnya. Memang, menyapih sebelum dua tahun meningkatkan risiko penyakit untuk anak, menurut American Academy of Family Physicians. Dan tentunya juga menyusui sampai dengan anak usia 2 tahun adalah bukti ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Referensi:

- Nursing During Pregnancy and Tandem Nursing. Anne Smith, IBCLC. The AAP (American Academy of Pediatrics)

- Adventures in Tandem Nursing. Lesley Regan, PhD, MD

- www.kellymom.com

Read other articles & publications:
SEBERAPA PENTING MENJAGA TUBUH TERHIDRASI SELAMA HAMIL?
Tentu, menjaga tubuh terhidrasi selama keh...
MENGENAL PRE-EKLAMSIA
Kehamilan adalah perjalanan yang penuh tan...
TES POSTCOITAL (SERI PEMERIKSAAN KESUBURAN PRIA)
Tes postcoital, atau disebut juga tes post...