MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > SUPERMOM SUPERMAMA PERAH

SUPERMOM SUPERMAMA PERAH

by. Admin
26 July 2017
SUPERMOM SUPERMAMA PERAH

Iya status saya Masih Mama Perah sejak anak pertama lahir Tujuh tahun yang lalu...

Semalam sudah terlalu lelah untuk pumping, alhamdulillah tadi sebelum subuh sempetin pumping dapat 2 pack untuk anak ke-5. Meski bersama baby, tidak menghapus kewajiban memerah ASI. Sebaliknya, meski stok ASIP dirumah sudah full di freezer, tidak pula menjadikan pembenaran buat saya meninggalkan bayi hingga 24jam apalagi lebih (menginap) karena sudah azzam pribadi dan perjanjian dg suami akan menyusui langsung bayi jika bersama saya dan menghindari resiko terjadinya bingung puting yg efeknya bisa lebih berat nanti.

Para Mamaperah pasti sudah paham hal ini dan ibu bekerja seperti saya juga pasti tahu bagaimana rasanya berjuang tetap harus pumping di malam hari dan juga pas libur agar produksi ASI stabil.
Iya, banyak kasus dilapangan ketika cuti habis, pumping di tempat kerja juga sudah rutin tp lama2 kok berkurang dan makin kempes payudaranya. Penyebabnya seringnya itu tadi, si ibu hanya memerah asi saat bekerja, ketika dirumah tidak pumping lagi baik di malam hari atau saat libur di akhir pekan dengan alasan sudah habis disusu langsung bayinya.

Kenapa bisa begitu?
Jd analisanya seperti ini...ibu bekerja biasanya meinggalkan bayi selama rata2 8-10jam pada hari senin s.d. jumat (ada juga yg sabtu), dan selama itu pula bayi lebih banyak minum asi perah dengan media lain (apalagi pake dot), ketika ibu pulang, mulai malam, bayi sudah mengantuk, malas menyusu, ibu juga lelah dan mengantuk, malas memerah asi, ikut tertidur sama bayi. Beberapa bayi tetap mau menyusu dgn kuat, namun durasi dan frekuensinya bisa dibayangkan tak selama ketika minum asip tidak sama ibu. Padahal prolaktin, hormon yg berperan dalam produksi asi lagi tinggi2nya dimalam hari. Lalu apa yg terjadi? ASI ga diperah juga ga disusukan dengan maksimal, esoknya sudah pagi lagi...ibu berangkat lagi...pumping lagi...begitu terus berulang ditambah ketika libur di akhir pekan juga tidak pumping dgn alasan sudah disusu bayi gak ada yg keluar ketika dipompa.

Hal inilah yg menyebabkan produksi asi berkurang bertahap, ga kerasa, lama2 berkurang karena ingat dengan prinsip supply by demand dimana makin tinggi permintaan makin tinggi persediaan. Utk kasus diatas, prolaktin terus mengalami pengurangan karena permintaan (demand) yg juga berkurang. Belum lg jika ada kasus ibu oksitosin ngedrop karena tekanan dan ujian selama bekerja, sempurnalah proses rantai makanan produksi asi terus berputar dan menurun tanpa terasa.

Nah bagimana solusinya???ya relaktasi, jika perlu power pumping...pompa ASI lagi selama min tiap 2-3jam selama 10-15mnt masing2 payudara, lakukan juga ketika dirumah min 2x ketika malam-pagi hari, selama ditempat kerja 3-4x dan jangan berhenti saat libur di akhir pekan.
Tapi ingat ya, lakukan istiqomah tanpa melihat hasilnya karena perubahan baru muncul min pd hari ke7-14, jika rutin dan disiplin, bisa lebih lama jika jdwalnya berantakan dan dilewatkan. Jadi tidak langsung banyak...ingat BERTAHAP kenaikannya. Sabar dan istiqomah kuncinya, percaya diri dan yakin, doa dan sedekah jangan lupa ya.

Alhamdulillah banyak sahabat saya para mamaperah sukses asix 6bulan dan lanjut hingga 2 tahun dengan menjaga produksi asi supply by demand stabil seperti di atas.

Selamat berjuang mamaperah!!!

Bunda Arit_Konselor Laktasi

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...