MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Jangan buru-buru Bunda dan Ayah

Jangan buru-buru Bunda dan Ayah

by. Admin
26 July 2017
Jangan buru-buru Bunda dan Ayah

Bismillah.

Pengetahuan segala macam tentang kehamilan dan persalinan menjadi hal yang wajib dipelajari oleh semua orang baik wanita dan laki-laki yang memposisikan diri sebagai calon suami dan ayah, kelak bagi anaknya. Banyak wanita yang tidak mengetahui secara tepat tentang, apakah dia sudah memasuki fase persalinan ataukah belum?. Jangan buru-buru karena merasa lama menanti hamil, merasa lama menunggu bersalin dan ingin segera ketemu si kecil akhirnya membuat pilihan yang kurang tepat.

Bukan hitungan jari lagi kami menerima rujukan pasien dari bidan atau puskesmas dengan diagnosa "prolong kala 1 fase laten" yang artinya perpanjangan tahap pertama persalinan pada pembukaan kurang dari 4 cm.
Perlu diketahui bahwa pembukaan serviks kurang dari 4 cm masih belum dikatakan "inpartu" (persalinan) yang maksudnya adalah pasien dengan pembukaan tersebut masih "BELUM DIHITUNG" memasuki tahap persalinan. Pasien tersebut masih bisa pulang kerumah, masih bisa beraktifitas seperti biasanya, masih bisa bercengkrama dengan keluarga secara privasi.

Para petugas medis sudah pasti telah menjalankan protapnya dengan baik namun pihak pasienlah yang lebih kuat dalam menentukan pilihan untuk dirinya sendiri. Banyak pula pasien yang masih pembukaan kurang dari 4 cm disarankan pulang dahulu namun pasien dan keluarga malah menolak dengan alasan, "nanti takut kalau kontraksi sering malah bingung bu...lebih baik di RS saja." Kata pasien atau keluarganya.

Mari kita belajar bersama, runtutan dari pasien yang awalnya fisiologis (normal) dirawat lama di RS/tempat asing baginya, pasti akan merasa bosan, tidak rileks, kurang privasi. Tidak kurang juga stress karena akan sering diperiksa oleh petugas medis dengan hasil yang tidak jauh berbeda atau belum ada perkembangan. Jika sudah demikian maka hormon yang memicu kontraksi (oksitosin) akan menurun.

Intervensi medis akan hasil demikian sudah pasti akan naik ke tahap selanjutnya, yaitu induksi. Bagi pasien yang berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama akan dirujuk ke RS karena tenaga medis tersebut akan beracuan pada lembar observasi. Pasien yang sudah merasa stress, tidak nyaman bila dilakukan induksi perkiraan prosentase hasil yang lebih besar adalah kegagalan atau denyut jantung janin yang tidak bagus. Maka tahap selanjutnya adalah sesar. Runtutan untuk persalinan selanjutnya adalah sesar yang berulang.

Jadi, jangan buru-buru bunda dan ayah...
Kan indah pada waktunya...

Kunci sukses dalam persalinan alami adalah :
1. Power of du'a
Yang menentukan kapan waktu yang tepat ya hanya Allah SWT. (Baca QS. Al hajj : 5)
Saya sering ditanyai pasien dan keluarga, "kira-kira kapan ya bu, istri saya melahirkan?" Jelas yang ada di benak saya selalu bingung, karena memang saya tidak tau. Saya hanya menjawab dengan singkat, "berdo'a saja, yang tau kapan ibu akan melahirkan hanya Allah SWT. Saya hanya manusia, tidak punya kuasa apa-apa!".

2. Super sabar
Wanita yang menantikan kehamilanpun harus ekstra sabar karna hamil adalah keajaiban yang butuh proses. Persalinan, penyusuan, perawatan dan pendidikan anakpun demikian. Butuh proses yang ekstra sabar. Layaknya sabarnya Hajar menanti hamil. Tidak bisa diberi tenggat waktu berapa jam atau berapa hari.

3. Tunggu tanda pasti persalinan
Observasi kontraksi bisa dilakukan mandiri oleh bunda atau ayah, apakah kontraksi sudah intens 5 menit dengan durasi lebih dari 30 detik. Ingat ya bunda, kuncinya INTENS. Tidak muncul 5 menit berurutan namun 1 jam kemudian menjauh atau bahkan menghilang. Keluar lendir darah yang agak banyak. Hal ini dapat kita perkiraan dengan pembukaan yang semakin lebar. Tidak lupa observasi juga pecahnya ketuban. Jika itu terjadi maka sebaiknya bunda segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri. Mari belajar dan temukan kesabaran, sesabar Maryam melawati persalinannya.

Wassalam :)
-Bidan Wina_Natural Birth Centre
#beautyofbirth

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...