MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Mau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean)?? Jangan Asal!!

Mau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean)?? Jangan Asal!!

by. Admin
26 July 2017
Mau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean)?? Jangan Asal!!

Bismillah,

Saya harap Bunda jangan terkejut dahulu hanya dengan membaca judulnya. Tenang saja, saya masih bidan pro VBAC. Hanya saja setiap saya membuat tulisan selalu didasari oleh pengalaman klinis dan kejadian/kisah/tulisan pribadi atau orang lain yang membuat saya tertarik.

Sekali lagi tentang VBAC!

Saya sangat memberi apresiasi pada wanita yang sudah mulai banyak memberdayakan dirinya untuk mau mengenal dan mencoba VBAC. Mereka bahkan aktif bertanya pada nakes atau orang yang pernah berhasil VBAC, aktif bergabung dalam grup VBAC dan selalu bersemangat membaca kisah keberhasilan dan tips Sukses VBAC.

Ada hal penting yang membuat saya merasa harus menyoroti bagian ini. Hal itu adalah ketika wanita mulai mengganggap jarak waktu kehamilan dan persalinan bukan menjadi masalah untuk menentukan kunci sukses VBAC. Ya, memang ada wanita yang sukses VBAC sebelum 24 bulan, banyak malah dan ini menjadi angin segar bagi kita para wanita hamil yang sedang berbahagia. Tapi jangan hanya ketika ada wanita yang berhasil VBAC dalam jarak sedini mungkin lantas menyamaratakan dengan seluruh wanita di dunia dan memberi tips VBAC yang dialaminya pribadi tanpa mempertimbangkan varibel kontrol wanita yang membutuhkan nasehat VBAC tersebut.

Jangan Asal ya!..

Menurut saya ini adalah pola pemikiran yang sedikit teledor. Saya selalu menganggap kehamilan dan persalinan itu unik. Berbeda-beda setiap wanita dengan segala keluhan dan perbedaan cerita proses persalinannya. Variabel kontrol yang perlu dievaluasi tentang si ibu yaitu : faktor nutrisi, riwayat SC sebelumnya, aktifitas, pola hidup, riwayat penyakit, bahkan kondisi psikis dan spiritual yang bersangkutan tidak luput dari perhatian. Tentunya semua variabel ini tidak akan sama satu sama lain. Nah, terlebih tanpa ada pemeriksaan/observasi langsung yang baik. Jadi jika kita menganggap bahwa wanita yang lain bisa sukses VBAC dengan jarak kurang dari 2 tahun atau kurang dari itu, lalu lantas mengganggap kita semua sama saja, hmmm…mari belajar lagi dengan iman dan ilmu dalam Al-Qur’an.

1. Tulisan saya ini ditujukan khusus bagi wanita yang masih “BERENCANA HAMIL” (promil) sedangkan sang kakak masih belum cukup siap untuk mengenal “adik” atau belum siap berbagi ASI dengan sang adik karena belum 2 tahun. Saya sering mendapat konsulan,

“bu, bisakah saya VBAC jika saya hamil sekarang sedang anak saya baru (1 tahun atau kurang)?”

Loh, ini berarti direncanakan…dalam maksud TINDAKAN yang DISENGAJA!

Jangan asal menjawab, “Oh bisa…ada kok yang jarak persalinannya 14 bulan. Promil saja sekarang!”

Jika memang sudah berikhtiar untuk memberi jarak kehamilan entah dengan KB alami atau hormonal lalu terjadi kegagalan dan kemudian hamil maka tidak masalah. Kita dapat mengambil hikmah dan berprasangka baik kepada Allah SWT bahwa kita akan bisa VBAC.

Lalu kemudian kita bisa mengambil langkah-langkah dari tips sukses VBAC dan tidak perlu mengkhawatirkan sedini apapun jaraknya, karena murni dari Allah SWT tanpa kesengajaan yang tanpa memikirkan dampak keseluruhan bagi dirinya, bayinya dan kakak bayi. Jika memang tidak direncanakan Bunda bisa membaca tulisan saya tentang “sekelumit VBAC” di link
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1234741639891030&set=pb.100000656183586.-2207520000.1496724045.&type=3&theater sebagai salah satu bekal persiapan didalamnya.

QS. Luqman : 14

“Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam USIA 2 TAHUN.”

QS. Al Ahqaf : 15

“...Ibunya telah mengandung nya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapih selama TIGA PULUH BULAN...”

Allah sendiri yang meyebutkan angka waktu secara eksplisit dalam Al Quran lho. Kedua ayat tersebut berhubungan dengan pemberian ASI. Kata menyapih bukan hanya bayi telah siap berpisah dari ASI lalu berpindah ke makanan tetapi juga telah siap menjadi seorang kakak, coba diskusi dengan konselor laktasi Arit W. Kemudian hubungannya dengan kehamilan dan persalinan, dalam ilmu laktasi mungkin sudah dikenal bagi kebanyakan orang yang diantaranya terdapat hormone ASI (prolaktin) yang mampu secara alami menghambat kesuburan. Mungkin dengan ini kita dapat berpikir, kenapa Allah SWT bisa membuat hormone untuk ASI yang sekaligus dirancang untuk menghambat kesuburan? Lalu membuat ayat Al Qur’an untuk menyapih setelah 2 tahun sebagai pedoman manusia? Yang jelas saya yakin Allah SWT memiliki maksud tertentu untuk 3 hal tersebut.

Hikmahnya, jeda waktu tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan organ tubuh ibunya untuk persalinan lagi, perkembangan yang optimal bayi dalam Rahim dan kesiapan sang kakak untuk transformasi peran dan pengalihan ASI merupakan gambaran managemen fitrah wanita yang luar biasa rapi langsung dari Allah Sang Maha Pengatur.

2. Pertimbangan Usia Ibu dan Komitmen Dakwah Pewaris Perjuangan Islam

Jika memang ayah dan bunda berkomitmen kepada Allah SWT untuk banyak anak sebagai calon-calon pembela islam entah dalam segi dakwah apa saja, sambil mengejar usia bunda yang berhubungan dengan tahap kesuburan maka silahkan saja. Support penuh dari saya. Memang sudah seharusnya pasangan muslim yang berkualitas punya anak banyak sebagai pembela agama. Semoga Ayah dan Bunda diberi kemampuan untuk tetap istiqomah dalam ndazar tersebut. Seperti halnya Hannah binti Faqudh, ibunda Maryam yang berkomitmen dalam do’anya ketika hamil,

QS. Ali Imran : 35

“Ketika istri Imran berkata, Ya Tuhanku sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu. Maka terimalah nazar itu dariku. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Dalam bahasa arab ayat tersebut terkutip kata “MUHARRARAN” yang artinya pengabdi-Mu di masjid. Sedikit mengingatkan bahwa istri Imran ingin anak laki-laki yang bisa mengabdi di masjid Baitul Maqdis tetapi kemudian lahir perempuan yaitu Maryam.

Semoga dengan ini Allah melihat keseriusan kita untuk menyempurnakan ikhtiar sehingga tidak ada celah kita tidak ditolong dan dimudahkan persalinan kita oleh Allah. Saya mohon maaf jika sekiranya tulisan saya tidak berkenan di hati bunda dan ayah dimanapun, saya hanya ingin wanita-wanita muslimah di dunia mendapatkan kehamilan dan persalinan yang berkualitas untuk bekal tumbuhnya anak yang berkualitas juga. Yuk, ngaji Quran lagi. Jazakumullah khoiron katsir.

Wassalamualaiku warohmatullohi wabarokatuh.

-Bidan Wina_Natural Birth Centre
#beautyofbirth

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...