MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > LAKTOGENESIS (PROSES PEMBENTUKAN ASI)

LAKTOGENESIS (PROSES PEMBENTUKAN ASI)

by. Admin
30 March 2022
LAKTOGENESIS (PROSES PEMBENTUKAN ASI)

Manusia diciptakan Allah dengan sebaik-baik penciptaan. Sedemikian baiknya hingga begitu detil dan kompleks Allah persiapkan manusia. Termasuk dalam hal perlindungan dan jaminan rizki bagi keberlangsungan hidup manusia. Salah satunya adalah dalam hal penciptaan ASI. Allah sudah membekali manusia dari bahkan sejak belum dilahirkan ke dunia ini, melalui mekanisme pembentukan ASI.

Laktogenesis adalah proses pembentukan atau produksi ASI. Ada tahapan laktogenesis yang dilalui oleh ibu menyusui. Namun sepertinya tak semua ibu paham mekanisme produksinya. Sehingga terkadang dibuat kalut dengan anggapan asinya sedikit di awal-awal menyusui.

Seperti apa tahapan proses laktogenesis?

Laktogenesis terbagi menjadi 3 fase yang disebut dengan laktogenesis I, laktogenesis II dan laktogenesis III.

Laktogenesis I dimulai ketika memasuki trisemester 3 kehamilan (kira-kira 12 minggu sebelum kelahiran). Laktogenesis I ditandai dengan sekresi kolostrum dari kelenjar mamae. Secara anatomi dapat dilihat ukuran payudara bertambah yang salah satunya disebabkan karena alveoli mulai dipenuhi kolostrum. Namun, tingginya kadar hormon progesteron di dalam darah ibu menghambat produksi ASI hingga kelahiran. Jumlah dan pembentukannya masih dikontrol dan dikendalikan oleh hormon progesteron atau yang disebut neuro-endocrine hingga waktunya bayi lahir atau pada saat awal Laktogenesis II. Jadi tidak perlu berkecil hati bila sampai trisemester ketiga ada yang putingnya belum mengeluarkan kolostrum, karena memang normalnya kolostrum tersebut tersimpan di dalam alveoli hingga memasuki fase laktogenesis II. Kolostrum tetap terbentuk namun hormon-hormon tersebut masih belum stabil dan hanya sesaat karena setelah bayi lahir dan plasenta keluar, progesterone akan mengalah dan menurun kadarnya. Hormon prolaktin atau hormon khusus yang mengatur pembentukan ASI. Inilah tanda mulainya tahap Laktogenesis II. Jadi tidak benar bila ada yang menyebutkan ASI belum keluar.

Laktogenesis II ditandai dengan produksi ASI yang jumlahnya meningkat secara pasti, begitu juga dengan komposisi kolostrum yang secara bertahap berubah menjadi ASI mature (matang).

Jumlah sodium, klorida dan protein akan berkurang secara bertahap sedangkan laktosa dan kandungan ASI mature lainnya mulai meningkat.

Warna kolostrum yang kekuningan sedikit demi sedikit akan mulai berubah menjadi putih susu. Pada fase ini, dalam 2-3 hari (30-40 jam) setelah melahirkan, ibu akan mulai merasakan payudara yang terasa penuh karena ASI.

Oleh karena itu, tidak perlu khawatir bila di awal kelahiran ASI yang dihasilkan masih sedikit jumlahnya karena memang masih masa peralihan dari kolostrum menjadi ASI mature.

Perlu diketahui bahwa dalam payudara, ada yang disebut Prolaktin Reseptor atau penerima hormon Prolaktin. Penerima ini akan terus bekerja sebagai pengenal prolaktin dan mengontrol agar prolaktin tetap memproduksi ASI. Jadi bila ibu tetap menyusui bayinya sesering mungkin, produksi ASI akan tetap terjaga. Dan sebaliknya bila tidak meyusui sesering mungkin maka penerima prolaktin tidak akan bekerja dan akan membuat merasa dirinya tidak terpakai. Itulah penyebab mengapa pembentukan ASI akan menurun dan terhenti.

Berbeda dengan laktogenesis I dan II, pada laktogenesis III atau disebut juga sebagai galaktopoiesis, ada perubahan kontrol dalam proses pembentukannya yang disebut autocrine (kontrol lokal). Jadi yang tadinya pembentukannya dikontrol sepenuhnya oleh hormon (neuro-endocrine) berubah menjadi autocrine control. Artinya, produksi ASI mulai menyesuaikan dengan kebutuhan bayi yang istilahnya dikenal dengan “supply and demand” (produksi sesuai dengan permintaan). Dalam hal ini, semakin sering ibu menyusui (ataupun memerah) maka produksi akan semakin cepat dan banyak. Payudara akan terus menerus memproduksi ASI selama ASI terus dikeluarkan dan payudara dikosongkan. Namun, meskipun kontrol produksi ASI menjadi autocrine, hormon tetap berpengaruh hanya saja dalam porsi yang kecil. Pada fase ini, ASI yang diproduksi adalah ASI mature (matang).

KETIKA PRINSIP SUPPLY BY DEMAND BERMULA

Autocrine (Local) Control of Milk Synthesis — Lactogenesis III

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin : 60)

Ini juga salah satu ayat favorit dan penguat di mana Allah pasti akan mencukupkan ASI anak sebagai rejeki yang dijaminNya dengan jumlah sesuai dengan doa dan permintaan hambaNya.

Dan makin kita belajar tentang Laktasi, semakin membuat diri bertakbir, ternyata dari ayat ini kita dapat belajar bagaimana ASI berproduksi dengan prinsip semakin banyak diminta maka akan semakin banyak produksinya, cara mintanya tentu saja bukan hanya dengan berdoa secara hati dan lisan, tapi dengan cara sering mengosongkannya baik dengan cara disusukan atau diperah. Semakin sering dikosongkan maka payudara akan semakin cepat dan banyak memproduksi ASI. Sebaliknya jika tidak disusukan, tidak dipakai, artinya kita tidak meminta, Alloh juga tak memberi, akan dihentikan juga produksi ASI ygi sudah disediakan pada tahap Laktogenesis I dan II.

Di sinilah kita akan belajar tahap lanjutan setelah Lactogenesis II, yaitu laktogenesis III yang merupakan peralihan ke sistem kontrol autokrin (atau lokal payudara, bukan lagi dari hormonal sepenuhnya).

Pada tahap ini, produksi ASI mulai ditentukan oleh bagaimana dan seberapa sering payudara ini digunakan untuk menyusui. Pengosongan ASI dalam payudara memegang kontrol utama pada mekanisme persediaan ASI yang sangat terkait dengan selera menyusu bayi.

Meskipun faktor hormonal masih mempengaruhi supply, namun perannya mulai berkurang secara bertahap. Dalam keadaan normal, payudara akan terus memproduksi ASI tanpa batas selama pengeluaran ASI pun terus berlanjut.
Intinya adalah, produksi ASI pada tahap ini dipengaruhi oleh Dua Faktor, yaitu :

A. Faktor utama : SINERGI hormon-hormon ASI, yaitu hormon oksitosin dan prolaktin. Oksitosin didapat dari rasa bahagia, happy, tidak stress, ikhlas, tenang, rileks, yakin, percaya diri.

Prolaktin muncul dari frekuensi pengosongan payudara baik dengan menyusui/diperah. Semakin sering disusukan, maka makin banyak produksinya, sehingga disebut dengan prinsip supply by demand. Ingat, SINERGI artinya harus berjalan bersamaan, dan saling melengkapi. Ini yang sering dilupakan. Apalagi pasca persalinan, ibu rawan terkena baby blues, dll.

B. Faktor pendukung : bisa berupa booster ASI, pijat laktasi/oksitosin, dukungan dan bantuan sekitar (suami, keluarga, lingkungan). Tanpa faktor utama maka faktor pendukung tidak akan ada hasilnya

Nah, dengan memahami bagaimana kontrol lokal / autokrin ini bekerja dalam memproduksi ASI, kita akan lebih mudah memahami bagaimana cara meningkatkan (atau menurunkan) produksi ASI secara efektif.

Sumber: 1. https://catatanibutata.com/2013/08/03/mekanisme-produksi-asi-laktogenesis/
2. https://m.merdeka.com/bandung/gaya-hidup/asi-tak-mau-kelur-jangan-panik-ada-penjelasan-ilmiahnya-160115p.html#:~:text=dr.%20Laila%20A.-,Laktogenesis%20I,dan%20mineral%20dari%20kelenjar%20payudara.

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...