MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > MENGAMBIL HIKMAH, INSPIRASI, DAN MOTIVASI DARI KISAH KECERDASAN SAUDARA NABI MUSA

MENGAMBIL HIKMAH, INSPIRASI, DAN MOTIVASI DARI KISAH KECERDASAN SAUDARA NABI MUSA

by. Admin
24 December 2021
MENGAMBIL HIKMAH, INSPIRASI, DAN MOTIVASI DARI KISAH KECERDASAN SAUDARA NABI MUSA

(11) Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,

(12) dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".

(13) Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

(Al Qoshosh ayat 11 - 13)

Potret saudari Nabi Musa jarang kita dengar dibahas dalam kajian muslimah. Padahal sosoknya Allah sebutkan dalam Al Qur'an, dan dia mempunyai peran yang sangat istimewa dalam menyelamatkan hidup Nabi Musa yang baru lahir.

Saudari Musa ini dalam penjelasan ustadz Budi Ashari di kajian tentang Saudari Musa (tautan : https://youtu.be/xLpxHjOd2B4 ) dikisahkan berada di kisaran usia 15 tahun. Usia yang mungkin dalam pandangan zaman sekarang terhitung masih muda. Tapi, lihat bagaimana andilnya dalam misi penyelamatan adik bayinya seperti yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Dalam ayat 11, ibunda Nabi Musa memberi satu kata perintah yang pendek untuk saudari Musa ketika ibunya selesai menghanyutkan bayinya ke aliran sungai.

"Qush-shiih.."
"Ikuti dia"

Kata "ikuti" yang diperintahkan ibundanya kepada anak berusia 15 tahun ini dalam praktiknya tidaklah sesederhana perintahnya. Karena sang kakak harus mengikuti sang adik tanpa harus diketahui siapapun bahwa dia sedang mengikuti peti yang sedang terapung di aliran sungai. Karena jika dia ketahuan, maka prajurit Fir'aun akan tahu bahwa bayi di peti itu adalah seorang Bani Israel yang harus dibunuh. Sementara dia juga tak bisa jauh-jauh dalam mengikuti adiknya agar tak lepas dari penglihatannya.

Dan kemudian di ayat selanjutnya, sang kakaklah yang berhasil membujuk keluarga kerajaan yang menemukan adiknya agar mau mengijinkan bayi Musa disusui oleh keluarganya. Bayangkan, anak usia 15 tahun, melobi pihak kerajaan, membujuknya dan menginformasikan tentang adanya sebuah keluarga yang tak hanya mau menyusui sang bayi namun juga merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Dan pada akhirnya bayi Musa bisa kembali lagi ke ibundanya seperti yang sudah Allah janjikan. Tapi lihatlah, betapa peran saudari Musa ini sangatlah besar. Untuk anak seusia 15 tahun, melakukan misi pembuntutan tersamar, tanpa ketahuan, tanpa kehilangan jejak, tanpa kenal lelah karena dia harus mengikuti terus sesuai perintah tanpa tahu sampai kapan dan hendak ke mana peti sang adik bermuara, semua itu diawali hanya dari satu kata perintah : QUSH-SHIIH.

Jika bukan perempuan yang cerdas, tak mungkin dia bisa menyelesaikan misinya dengan gemilang. Dengan pertolongan Allah tentunya. Namun dari kisah ini memberi hikmah besar bagi kita para orang tua, sudahkah kita mendidik dan menyiapkan anak kita secerdas saudari Musa? Yang dengan satu kata perintah mampu menerjemahkan perintah itu dengan komplit?

Sesungguhnya Islam menuntun umatnya menjadi pribadi yang cerdas. Yang tak perlu banyak kata, banyak bicara, namun paham akan sebuah perintah.

Dari kisah ini hendaknya bisa menjadi bahan perenungan dan inspirasi buat para muslimah.

Sebagai contoh, ketika ada perintah untuk menyusui anak kita sempurna 2 tahun, sudahkah kita memahami perintah itu dengan baik?

Sudahkah kita mampu melaksanakannya tanpa mempertanyakan berbagai hal yang menimbulkan kerisauan dan fokus pada ikhtiar?

Ataukah masih harus menunggu penjabaran lain, barulah mau menerima perintah penyusuan tersebut?

Sudahkah kita memantaskan diri disebut wanita cerdas yang selalu mendahulukan iman?

Mari muhasabah bersama. Semoga Allah menolong kita agar senantiasa terjaga imannya.

-admin-

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...