MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Metabolisme Mikroba Memengaruhi Kekebalan Bayi

Metabolisme Mikroba Memengaruhi Kekebalan Bayi

by. Admin
06 October 2021
Metabolisme Mikroba Memengaruhi Kekebalan Bayi

Mikrobiota ibu bukanlah hal yang remeh. Pengaruhnya besar pada pembentukan sistem kekebalan tubuh anak. Dengan memecah makanan yang kita makan, dan molekul yang disekresikan oleh mikroba lokal lainnya, mikroba usus menghasilkan banyak metabolisme dengan fungsi modulasi kekebalan yang luas. Setidaknya beberapa di antaranya diturunkan dari ibu ke bayi selama kehamilan dan menyusui.

Yang paling terkenal adalah asam lemak rantai pendek (SCFA), yang berasal dari fermentasi serat makanan oleh mikroba usus. Jumlah dan jenis SCFA yang diproduksi di usus orang tua dan ditransfer ke bayinya tergantung pada mikrobioma ibu, yang dipengaruhi oleh dietnya. Ketika ibu hamil makan makanan yang kaya serat, mikroba penghasil SCFA berkembang, dan peningkatan jumlah SCFA ini kemudian ditransfer ke janin yang sedang berkembang. Senyawa ini dapat memengaruhi pematangan sistem kekebalan janin - khususnya, pengembangan sel T pengatur (Tregs), yang membantu menenangkan peradangan.

T-reg sangat penting untuk melindungi tubuh kita dari penyakit autoimun, serta dari alergi dan asma. Mereka juga mengajarkan sistem kekebalan tubuh kita untuk menolerir makanan dan bakteri baik. Meskipun mereka terus memperbarui diri seiring waktu, T-reg berumur panjang dan keturunan mereka kemungkinan akan hadir sepanjang kehidupan inang. Jadi, jika mikrobiota ibu memengaruhi perkembangan atau pematangan sel-sel ini, ini bisa memiliki implikasi yang luas bagi kesehatan anak keturunannya.

Di th. 2017, Akihito Nakajima dan rekan-rekannya di Universitas Juntendo Tokyo melaporkan bahwa bayi tikus berusia tiga hari memiliki lebih banyak T-reg dalam timus dan limpa mereka jika ibu mereka diberi makan makanan tinggi serat. dibandingkan dengan bayi tikus yang induknya diet rendah serat. Ini menunjukkan pentingnya pola makan yang sehat pada ibu hamil karena akan memengaruhi perkembangan sistem imun bayi dalam kandungannya.

Ini mengubah apa yang dipahami selama ini bahwa pembentukan kekebalan dengan pengenalan mikroba ini baru dimulai saat bayi yang baru lahir meninggalkan lingkungan rahim yang relatif steril.

Studi yang dilakukan Thorburn dan rekannya, yang diterbitkan pada tahun 2015, bisa dibilang yang pertama secara konkret dan meyakinkan menunjukkan efek jangka panjang mikrobiota ibu bagi kerentanan bayinya terhadap penyakit. Sebuah studi baru-baru ini oleh Ikuo Kimura dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo dan rekannya menunjukkan bahwa transfer plasental propionat, SCFA lain yang diatur oleh mikrobiota, dapat mengurangi kerentanan anak terhadap obesitas dan sindrom metabolik dalam menanggapi diet tinggi lemak di kemudian hari. Fenotipe ini, yang didorong oleh interaksi antara SCFA ibu dan reseptor mereka pada janin yang sedang berkembang, memiliki keterlibatan antara mikrobiota ibu dengan risiko diabetes tipe 2 pada anak.

Kami memprediksi kedua artikel perintis ini akan menjadi yang pertama dari banyak penelitian, tentang tingkat penyakit inflamasi yang dapat dikendalikan dan ditekan oleh T-regs dan berbagai efek imunomodulator yang dimediasi oleh SCFA. Selain itu, SCFA bukan satu-satunya kelompok metabolit mikroba yang diterima janin dalam rahim.

Secara mengejutkan, peneliti menemukan bahwa antibodi diperlukan untuk transfer metabolit yang optimal, baik di plasenta maupun melalui ASI. Secara khusus, antibodi terikat pada metabolisme dalam sirkulasi setelah tikus hamil diberi makan E coli. Ini memberi cahaya baru pada penelitian antibodi lebih dari 100 tahun - selain melindungi terhadap infeksi, molekul-molekul ini tampaknya berfungsi sebagai pendamping metabolisme yang memodulasi kekebalan tubuh. Jika ibu tidak memiliki antibodi, efek mikrobiota ibu sebagian besar tidak ada; metabolisme membutuhkan antibodi ibu untuk transfer mereka.

Penelitian masih belum sepenuhnya memahami sejauh mana molekul mikroba diwariskan dari ibu ke anak, atau sejauh mana mereka berdampak pada sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang. Dalam mikrobioma alami dengan kumpulan mikroba yang beragam, kisaran metabolisme yang ditransfer kemungkinan akan lebih luas. Namun hal ini masih perlu penelaahan lebih lanjut.

(bersambung)

https://www.the-scientist.com/features/the-role-of-mom-s-microbes-during-pregnancy-69009?utm_content=176346252&utm_medium=social&utm_source=facebook&hss_channel=fbp-212009668822281

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...