MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > KAPANKAH ANAK DIKATAKAN SIAP MAKAN?

KAPANKAH ANAK DIKATAKAN SIAP MAKAN?

by. Admin
10 July 2021
KAPANKAH ANAK DIKATAKAN SIAP MAKAN?

Banyak sekall alasan mengapa orang tua memberikan MPASI pada usia kurang dari 6 bulan. Umumnya mereka beranggapan bahwa anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski tidak ada relevansinya, banyak yang beranggapan ini benar. Sistem pencernaan yang belum sempurna harus bekerja lebih keras untuk mengolah memecah makanan. Kadang anak yang menangis terus dianggap sebagai anak lapar Padahal anak menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Alasan lainnya mpasi dini adalah tekanan dari lingkungan dan tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekat.

Berikut ini adalah tanda-tanda kesiapan makan pada anak:

- Tidak mendorong / menolak makanan keluar dengan lidahnya.

- Mampu duduk dengan tegak, tidak bersandar supaya dapat menelan makanan dengan baik. Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau, "Aku tidak makan dalam keadaan bersandar"

(HR Bukhari)

Hikmah yang diperoleh dari makan dan minum sambil duduk adalah bahwa minum dan makan sambil duduk, lebih sehat dan lebih selamat, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

- Biasanya bayi siap memakan makanan padat ketika berat badannya mencapai dua kali lipat berat lahirnya.

- Untuk memulai makanan padat, mulut bayi sudah mulai dapat memindahkan makanan ke arah belakang dan menelannya.

- Bayi akan mulai meminta-minta meraih makanan di piring kita, merebut sendok dan memandang dengan penuh antusias.

- Menunjukkan mimik lapar dan menunjukkan mimik ingin makan seperti membuka mulut lebar-lebar saat kita sendiri membuka mulut untuk makan.

- Bayi mengambil makanan dengan jari- jarinya, dan dapat menggenggamnya kemudlan memasukkan ke dalam mulutnya.

- Bayi menunjukkan perhatian terhadap makanan yang kita makan. Dalam hal ini bayi mungkin menatap piring nasi, lalu muIai berusaha menjangkau makanan di piring dan memasukkannya ke mulut.

Selama masa perkenalan, jangan pernah memaksa bayi menghabiskan makanannya. Pemberian makanan padat hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur asli dari makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Perlu diingat, makanan utamanya masihlah ASI.

Ajarilah bayi untuk menerapkan pola makan yang baik seperti berdoa sebelum makan, mengambil makanan dengan tangan kanan, dan berikan HANYA makanan sehat alami, bukan makanan instant yang mengandung pengawet, gula dan garam. Biarkan bayi belajar makan sendiri. Memang, kegiatan Inl akan membuat diri dan keadaan di sekitarnya kotor, namun tanpa disadari keterampilan makannya akan semakin berkembang. Ajak si kecil makan di meja makan bersama anggota keluarga lain. Dengan demikian, ia akan melihat bahwa makan adalah cara yang mengembirakan, sehingga selera makannya timbul. Selain itu, kegiatan ini akan melatihnya bersosialisasi dengan orang lain.

Memang, perlu waktu dan upaya yang tak kenal lelah bila kita ingin menerapkan pola makan yang baik bagi si kecil. Kita harus memprioritaskan walau mungkin disibukkan dengan berbagai tugas, baik di rumah tangga, keluarga, maupun pekerjaan lainnya. Namun, bila semua berjalan lancar dan baik, kita juga yang akan memetik hasilnya, selain si kecil tentunya. Pola makan yang baik merupakan salah salu faktor penting yang dapat menjamin kehidupan yang sehat dan masa depan yang baik bagi sang buah hati tercinta.

Jika si kecil masih belum tertarik untuk makan. orangtua tidak perlu khawatir karena ASI masih mencukupi untuk seluruh kebutuhannya bahkan sampai dengan anak usia 2 tahun. Sehingga orang tua tidak perlu memaksa anak, dan tetap rnemberikan kebebasan penuh kepada anak. Karena kesiapan untuk makan bagi setiap anak berbeda-beda. Bila orang tua sampai memaksa anak dalam hal makan, hal ini justru akan membuat anak trauma dan semakin menolak untuk makan.

Pemberian MPASI diharapkan tidak mengurangi jatah ASI sampai anak berusia 2 tahun karena kandungan zat imun dalam ASI yang sangat tinggi. sangatS rugi jika orang tua tidak memanfaatkan penyerapan nutrisi secara maksimal dengan menyusui.

Semoga bermanfaat

Salam cinta ASI

Sumber : diskusi grup Tanya ASI

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...