MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > BUMIL, BUSUI, PUASA NGGAK YAA?

BUMIL, BUSUI, PUASA NGGAK YAA?

by. Admin
07 April 2021
BUMIL, BUSUI, PUASA NGGAK YAA?

Ini adalah kisah dari Bunda Arit Widowati, Founder SALMA dan Konselor Laktasi klinik Papilio NBC.

Status beliau saat itu adalah ibu menyusui, tandem anak ke-5 dan ke -6.

Selama 9 tahun sejak menikah, hampir setiap tahun di bulan Ramadhan, Bunda Arit kalo ga lagi hamil, ya menyusui, atau kadang pas keduanya.

Selama itu pula suaminya membayarkan fidyah beliau full sebulan.

Apakah Bunda Arit ga puasa sama sekali? Nggak juga....kadang beliau puasa, kadang nggak. Semampunya.

Tapi kok fidyahnya dibayar full? Ya, karena suami Bunda Arit pecinta rukhshoh di mana menurut beliau rukhshoh lebih memudahkan bagi istrinya, jadi suami bunda Arit tunaikan semua fidyah untuk memudahkan penghitungannya juga. Soal rukhshoh puasa bagi ibu hamil dan menyusui ini juga sebenernya penting dipahami lho, jika memang memudahkan, sama mulianya kok, bentuk ketaatan juga di hadapan Alloh. Kalau sudah paham haditsnya, insya Alloh nggak akan baper memutuskan puasa atau nggak, ambil rukhshoh atau nggak, karena kita sendiri yang tahu mana yang mudah bagi kita. Seperti ini di antaranya dalil yang menyebutkan tentang rukhshoh :

“Allah lebih menyukai rukhshoh-rukhshohNya diterima dan diamalkan sebagaimana seorang hamba menyukai pengampunanNya.”

(H.R. Ath Thobari)

“Allah lebih menyukai rukhshoh-rukhshohNya dilaksanakan sebagaimana Dia membenci dilanggar laranganNya.”

(H.R. Ahmad)

“Sesungguhnya Allah Ta’ala lebih suka jika rukhsohNya diambil sebagaimana Ia suka jika kewajibanNya dilaksanakan”

(H.R. Thabrani & Al-Bazaar)

Nah, kan...mengambil rukhshah adalah bagian dari ketaatan juga, bahkan pernah ada riwayat yang menyebutkan adalah sebuah kesombongan jika kita tidak mengambil rukhshoh (keringanan) yang telah disediakan Allah bagi manusia.

Yang lucu adalah ketika Bunda Arit puasa, suaminya suka becandain agar membatalkan saja saat bunda tampak lemes, kelelahan atau memang sengaja mengeluh ke suami. Saat sahur Bunda Arit masih lelap, suaminya tak akan membangunkan kecuali adzan subuh tiba dan beliau sudah pulang dari masjid, maksudnya dipikir bunda ga puasa.

Suami beliau memang pecinta rukhsah dan mengijinkan Bunda Arit mengambil sepenuhnya, namun Bunda Arit tetap berusaha berpuasa saat merasa bisa dan diberi kemudahan, misalnya saat beliau bisa memanajemen asupan pribadi (makan tepat waktu, bergizi, istirahat cukup) dan manejemen laktasi dengan baik. Dan ini tidak selalu bisa Bunda Arit lakukan setiap hari karena kondisi momong 6 anak membuat hasil tidak selalu sesuai target dan harapan, hehe...

Suaminya pernah bertanya kenapa Bunda Arit kok tetep ngeyel puasa? Jawaban beliau mudah saja,

"...Aku ingin merasakan kebahagiaan dan nikmatnya saat berbuka" sebagaimana dalam hadits qudsi Allah Ta'ala berfirman,

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.”

(Muttafaq ‘alaihi)

Nah, kan kalau sudah tahu dasarnya, ga perlu juga merasa baper ketika ibu hamil dan menyusui ada yang memilih tetap berpuasa karena memang banyak sekali keutamaan dan keberkahan puasa Ramadhan.

Masih baper? Bingung dan ragu? Sebenarnya mana yang lebih utama? Coba kita buka lagi hadistnya :

“Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam selalu memilih yang termudah dalam urusan agama, sepanjang hal tersebut bukan merupakan dosa”

(H.R. Muslim )

Umar bin Abdul Aziz ketika ditanya mengenai mana yang lebih utama, tetap menjalankan ibadah sebagai mana biasanya, atau mengambil rukshoh (keringanan) yang disediakan Allah, maka ia menjawab : “Mana yang lebih mudah bagi seseorang, maka itulah yang lebih utama.”

Nah, kan.. Sudah jelas mana yang lebih mudah dan tidak menjadi dosa, itu yang utama. Pada puasa Ramadhan ada keutamaan, setiap mukmin pasti tak ingin melewatkannya. Namun hamil dan menyusui seorang generasi penerus peradaban adalah juga memiliki kemuliaan. Seorang bayi di tangan pengasuhan ibu yang total dalam menyusui dan mendampinginya juga akan menjadi catatan amal yang besar. Maka sesuaikan dengan kondisi diri. Pastinya kondisi yang dialami bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang kondisi puasanya mudah, ada yang kondisinya tidak mudah walau sudah mengupayakannya. Kita husnudhon saja dan sama-sama saling mendoakan, setiap ibu memilih yang terbaik bagi diri dan bayinya. Saling support dan saling menasihati. In sya Alloh kita semua bersama bertetangga di SurgaNya kelak. Aamiin.

No Baper lagi ya bumil...busui... baik yang mengambil rukhshah ataupun yang memilih berpuasa.

Barakallahufiikum.

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...