MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > MENGHITUNG MASA SUBUR WANITA

MENGHITUNG MASA SUBUR WANITA

by. Admin
28 February 2021
MENGHITUNG MASA SUBUR WANITA

Dalam satu kali siklus haid seorang wanita, terbagi menjadi empat zona. Zona-zona tersebut lamanya bervariasi dari satu bulan ke bulan berikutnya pada tiap orang. Persamaannya terdapat pada pola zona yang sifatnya tetap.

Keempat zona tersebut adalah :

(1) Zona berdarah

(2) Zona kering I

(3) Zona basah atau berlendir

(4) Zona kering II

Dasar pembagian zona berdasarkan perubahan lendir yang keluar dari leher rahim (lendir serviks) yang bisa diamati, keluar dari organ kewanitaan akibat aktivitas hormon estrogen dan progesterone.

1. Zona Berdarah

Yakni zona saat wanita mengalami haid. Lama haid biasanya 3-5 hari. Ada juga yang mencapai 7-8 hari.

2. Zona Kering I

Yaitu zona beberapa hari pasca haid. Lendir serviks belum keluar. Pada hari-hari ini celana bersih dan tidak ada vlek. Lamanya juga bervariasi antara 1-5 hari. Wanita yang mengalami siklus memanjang atau memendek, variasi mulai terjadi pada zona ini dan terus berlanjut hingga zona basah.

3. Zona Basah Atau Berlendir

Pada masa ini lendir serviks akan muncul. Setiap hari akan ada perubahan lendir yang keluar dari organ kewanitaan. Pada zona ini akan terjadi proses ovulasi (keluarnya sel telur). Inilah saat-saat emas bagi wanita (golden period).

Mengapa dinamakan masa puncak? Karena berdasarkan teori, dalam satu siklus haid normal, wanita hanya akan mengeluarkan sebuah telur dari salah satu pabriknya (dari 2 ovarium yang ada) dan hanya berumur 24 jam untuk bisa dibuahi.

Bagi yang pasangan yang belum mendapatkan keturunan tentunya harus bisa meraih waktu emas ini untuk berjimak. Sedangkan yang ingin mengatur jarak kelahiran tentunya harus menghindari waktu ini untuk berjimak. Zona ini akan berlangsung beberapa hari.

Hari basah 1 (L1)

Ini adalah hari basah pertama dan permulaan masa subur. Lendir yang muncul biasanya lebih keruh dan kental.

Hari basah kedua (L2)

Lendir serviks benar-benar muncul. Lendir ini masih kental, keruh dan berwarna krem. Coba tes regangannya: Letakkan sedikit lendir serviks antara ibu dan jari telunjuk anda kemudian secara perlahan pisahkan menjadi dua. Pada permulaan jarak regangan lendir tersebut tidak lebih dari 2,5-5 cm.

Hari basah ketiga (L3)

Lendir serviks sekarang lebih cair dan elastic, jumlahnya lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Lendir ini masih buram, terasa lebih basah dan kekentalannya lebih berair. Dia akan meregang lebih jauh antara ibu jari dengan jari telunjuk.

Hari basah keempat (L4)

Lendir serviks muncul dengan sifat lebih berair dari hari-hari sebelumnya. Bentuknya lebih jernih dan bisa meregang lebih jauh dari hari sebelumnya.

Hari basah kelima (L5)

Lendir serviks yang muncul bersifat sangat berair. kini kekentalannya sama seperti telur mentah. sangat jernih dan licin. Lendir itu sekarang lebih elastis dan meregang dengan jarak beberapa sentimeter (>10 cm) tanpa terputus . Dalam metode ovulasi, orang menyebut kondisi ini sebagai gejala puncak. Pasca kondisi ini lendir serviks menjadi keruh, lebih kental dan tidak elastis lagi.

Hari basah keenam (L6)

Lendir serviks masih keluar dengan tekstur yang jernih dan licin. Kondisi ini masih terlihat pada hari2 berikutnya. Gejala puncak terkadang bisa berlangsung lebih dari satu hari. Pada kebanyakan wanita, gejala ini hanya berlangsung antara 1-2 hari. Namun, ada sebagian wanita yang mengalami gejala puncak dalam beberapa jam saja.

4. Zona kering II

Setelah melalui hari-hari basah, wanita akan memasuki pada hari-hari kering kedua. Namun, berbeda dengan zona kering I, saat ini anda akan mengeluarkan lendir serviks, namun lendir2 itu berubah menjadi kental, keruh dan tidak meregang. Lamanya juga berbeda, namun relatif konstan. Pada siklus normal, zona kering kedua ini relatif paling lama di antara tiga zona sebelumnya. Jika siklus haid selama 28 hari maka zona ini berlangsung 10-12 hari yg nantinya akan kembali ke zona berdarah (menstruasi).

Demikian beberapa gambaran siklus haid seorang wanita. Semoga dapat bermanfaat bagi para muslimah sekalian dalam ikhtiarnya memperoleh keturunan maupun mengatur jarak kehamilan. Apapun ikhtiar yang dilakukan semoga mendapat ridho dari Allah dan Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatunya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber: Memilih Kontrasepsi Alami & Halal

dr. Dwi Anton dan dr. Dyah Andari

Penerbit: Aqwamedika

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...