MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > DILEMA BOOSTER ASI : ANTARA IKLAN DAN REALITA

DILEMA BOOSTER ASI : ANTARA IKLAN DAN REALITA

by. Admin
23 February 2021
DILEMA BOOSTER ASI : ANTARA IKLAN DAN REALITA

Sering kita jumpai bahasa iklan booster ASI yang beredar di media sosial menggunakan kalimat yang bombastis, berpotensi "menyesatkan" dan "berbahaya" buat para busui terutama newborn mom.

Salah satu bahasa iklan yang kami temukan kurang lebih seperti ini :

"Booster ASI coklat xxxxxxxxx nya yuk bunda, mom dicoba. Rasakan akan coklat dan manfaatnya, Bermanfaat untuk menambah volume ASI, ASI bisa lebih kental dan pekat"

Kalimat seperti ini rawan menggalaukan para busui yang sedang mengalami kendala penyusuan. Padahal pihak pengiklan belum tentu paham apa yang dimaksud booster ASI dan cara kerjanya, namun begitu yakin mengklaim bisa melancarkan ASI bahkan bikin ASI lebih kental dan pekat. Akibatnya, yang tertanam di pikiran para busui adalah booster ASI itu berupa produk yang dikonsumsi. Lalu punya ekspektasi bahwa begitu mengonsumsi produk tersebut, ASI langsung deras dan kental. Padahal bukan seperti itu pemahaman yang benar.

Karena itulah kami perlu menuliskan tentang booster asi ini agar dpt meluruskan / mengedukASI para busui agar tidak mudah terlena oleh iklan yang berpotensi menyesatkan sehingga para ibu terutama ibu baru tidak langsung percaya dan bergantung pada booster ini.

Kebanyakan dari kita masih berpikir bahwa booster ASI itu berupa sesuatu yang harus dikonsumsi atau dimakan. Makanan memang bisa menjadi salah satu booster ASI, tapi tidak berlaku pada semua ibu dan semua makanan, dan pertanyaan sebenarnya adalah perlukah makanan / konsumsi khusus untuk memBooster ASI? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Nah, untuk memahami nya, yuk kita simak analisa Bunda Arit Widowati, founder Sentra Laktasi sekaligus konselor laktasi andalan Papilio NBC berikut ini.

Produksi ASI dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor utama dan faktor pendukung.

Faktor utamanya adalah SINERGI HORMON-HORMON ASI.

Nah, Hormon apa sajakah itu? Yaitu hormon prolaktin dan oksitosin.

Hormon Prolaktin dipengaruhi oleh frekuensi menyusui atau memompa ASI, di mana makin sering disusukan /dipompa (sampai kempes / kosong) maka hormon ini akan semakin banyak, sehingga payudara akan semakin cepat berproduksi lagi. Di sini yang namanya ASI berproduksi sesuai prinsip supply by demand (persediaan sesuai permintaan).

Selanjutnya, Hormon Oksitosin adalah hormon yang dipengaruhi kondisi psikologis sang ibu di mana semakin rileks, happy, percaya diri, ikhlas, tenang, lega dan sifat positif lainnya maka hormon oksitosin ini akan semakin banyak, sehingga ASI yang sudah berproduksi tadi akan semakin lancar dikeluarkan. Karenanya hormon ini disebut juga "hormon cinta". Menurut Bunda Arit, sumber hormon oksitosin tertinggi adalah perasaan cinta kita pada Alloh Sang Pencipta segalanya, sumber segala cinta. Menyusuilah sebagai bagian ibadah, cinta, dan taat kita pada Alloh dan RasulNya, maka niscaya oksitosin kita akan senantiasa distabilkanNya. Biidznillah...

Nah, kalau sudah tahu 2 hormon ini, maka yang sering kita lupa dan lalai adalah kata "SINERGI". Artinya, kedua hormon tersebut tidak bisa jalan sendiri-sendiri alias harus terpenuhi keduanya, beriringan, bergandengan, saling melengkapi, dan tak terpisahkan.

Jadi mau disusukan atau dipompa sesering mungkin kalau ibunya stress atau penuh tekanan dan pikiran, maka ASI akan sulit berproduksi dengan lancar. Sebaiknya juga begitu, jika si ibu happy dan percaya diri selalu tapi tak pernah atau jarang menyusui /memompa ASI, maka produksi ASI pun lama-lama akan berkurang bahkan berhenti berproduksi.

Jadi, ingat-ingat betul makna "SINERGI" ini ya bunda.

Nah, barulah kita menginjak pada Faktor Pendukung. Yang namanya faktor pendukung adalah semua hal yang mendukung ibu dalam memenuhi faktor utama tadi, bisa berupa makanan, pijat, relaksasi, peralatan menyusui, suplemen, dan lainnya.

Jadi, sebelum membahas faktor pendukung ini, maka bertanyalah pada diri kita sendiri, sudahkah terpenuhi faktor utamanya? Karena faktor pendukung tidak akan berfungsi jika faktor utama di atas tak terpenuhi. Makanan yang dianggap sebagai Booster ASI hanyalah salah satu bagian dari faktor pendukung ini.

Mau makan daun katuk, coklat, kapsul pelancar asi, atau suplemen lainnya sebanyak apapun, tak akan berpengaruh jika ibu tak bisa men-sinergikan hormon ASInya, jarang menyusui, plus ibu galau dan stress.

Bahkan tanpa faktor pendukung pun, InsyaAlloh ASI akan tetap berproduksi dengan lancar seperti yang dialami Bunda Arit atau seperti yang sudah berhasil dipraktikkan pada klien-klien beliau.

ALLOH Ta'ala Maha Adil kok. Semua ibu di dunia in sya Allah bisa menyusui. Yakini dan ingat surat Huud ayat 6 bahwa Alloh menjamin rizki tiap mahkluk. Meski di kutub Utara pun yg tak ada daun katuk, meski busui tidak bisa beli coklat atau suplemen bermerk, dengan ijin Alloh pasti bisa menyusui. Jagalah asupan cukup dengan makanan yang halal, thoyyib, dan gizi berimbang.

Sudah paham kan sekarang kenapa bahasa iklan di atas berpotensi menyesatkan? Kalimat Booster ASI bisa bikin ASI kental dan pekat, sangat tidak mengedukasi. Karena selain pembahasan di atas, lancar tidaknya ASI ada juga kaitannya dengan manajemen laktasi, perlekatan, kemungkinan adanya tongue tie, dan lainnya. Tentang hal-hal tersebut bisa dibaca di beberapa tulisan SALMA atau video di channel YouTube Sentra Laktasi Muslimah.

Selamat belajar dan edukASI diri ya...

- Salam Cinta ASI -

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...