MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > KEUNTUNGAN INISIASI MENYUSU DINI BAGI IBU & BAYI (Part 2): Keuntungan Kontak Kulit Dengan Kulit

KEUNTUNGAN INISIASI MENYUSU DINI BAGI IBU & BAYI (Part 2): Keuntungan Kontak Kulit Dengan Kulit

by. Admin
16 January 2021
KEUNTUNGAN INISIASI MENYUSU  DINI BAGI IBU & BAYI (Part 2): Keuntungan Kontak Kulit Dengan Kulit

Setelah pembahasan Part 1 tentang apa itu IMD, sekarang kita menginjak pembahasan Part 2, yaitu tentang keuntungan IMD bagi ibu dan bayi. Langsung saja kita bahas, yuk!


Keuntungan Kontak Kulit Dengan Kulit Bagi Bayi

1. Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi

2. Kontak memastikan perilaku optimum menyusu berdasarkan insting dan bisa diperkirakan menimbulkan efek :

a. Menstabilkan pernafasan

b. Mengendalikan temperature tubuh bayi

c. Memperbaiki/mempunyai pola tidur yang lebih baik

d. Mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan efektif

e. Meningkatkan kenaikan berat badan (kembali ke berat lahirnya lebih cepat)

f. Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi

g. Tidak terlalu banyak menangis selama satu jam pertama

h. Menjaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu di dalam perut bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi

i. Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus bayi baru lahir

j. Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama hidupnya

Keuntungan Kontak Kulit Dengan Kulit Untuk Ibu

1. Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu

2. Oksitosin bermanfaat untuk:

a. Membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca persalinan lebih rendah

b. Merangsang pengeluaran kolostrum

c. Penting untuk kelekatan hubungan ibu dan bayi

d. Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya

3. Prolaktin bermanfaat untuk:

a. Meningkatkan produksi ASI

b. Membantu ibu mengatasi stress. Mengatasi stress adalah fungsi oksitosin

c. Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai menyusu

d. Menunda ovulasi

Keuntungan Menyusu Dini Untuk Bayi

1. Mengeluarkan makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal dalam bentuk kolostrum yang segera keluar disesuaikan dengan kebutuhan bayi

2. Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera kepada bayi. Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi

3. Meningkatkan kecerdasan

4. Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan dan nafas

5. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu dan bayi

6. Mencegah kehilangan panas

7. Merangsang kolostrum segera keluar

Keuntungan Menyusu Dini Untuk Ibu

1. Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin

2. Meningkatkan keberhasilan produksi ASI

3. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu-bayi

Manfaat Memulai Menyusu Dini akan :

1. Mengurangi 22% kematian bayi berusia di bawah 28 hari

2. Meningkatkan keberhasilan menyusui secara ekslusif dan meningkatkan lamanya bayi disusui

3. Merangsang produksi susu

4. Memperkuat reflek menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertama setelah lahir

Berikut ini langkah-langkah melakukan inisiasi menyusu dini yang dianjurkan :

1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan

2. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering.

3. Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya.

4. Tali pusat dipotong, lalu diikat

5. Vernix (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.

6. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dengan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.

7. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksa bayi ke puting susu.

Berikut ini adalah lima tahap perilaku bayi ketika IMD :

1. Dalam 30 menit pertama : stadium istirahat / diam dalam keadaan siaga (rest / quite alert stage). Bayi diam tidak bergerak. Sesekali matanya terbuka lebar melihat ibunya. Masa tenang yang istimewa ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke keadaan luar kandungan. Bonding (hubungan kasih sayang) ini merupakan dasar pertumbuhan bayi dalam suasana aman. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri ibu terhadap kemampuan menyusui dan mendidik bayinya. Kepercayaan diri ayah pun menjadi bagian keberhasilan menyusui dan mendidik anak bersama-sama ibu. Langkah awal keluarga sakinah.

2. Antara 30-40 menit : Mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada di tangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Bau dan rasa ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan puting susu ibu.

3. Mengeluarkan air liur : Saat menyadari bahwa ada makanan disekitarnya, bayi mulai mengeluarkan air liurnya

4. Bayi mulai bergerak ke arah payudara. Areola (kalang payudara) sebagai sasaran, dengan kaki menekan perut ibu. Ia menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakkan kepala ke dada ibu, menoleh ke kanan dan ke kiri, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dan sekitarnya dengan tangannya yang mungil.

5. Menemukan, menjilat, mengulum puting, membuka mulut lebar, dan melekat dengan baik. Pada tahap ini, perhatikan hal-hal berikut:

a. Ayah didorong agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum menemukan puting payudara ibunya dalam satu jam pertama, biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil menyusu pertama.

b. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi Caesar.

c. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur dan dicap setelah satu jam atau menyusu awal selesai. Prosedur yang invasive, misalkan suntikan vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda.

d. Rawat gabung-ibu dan bayi dalam satu kamar. Selama 24 jam ibu-bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam jangkauan ibu. Pemberian minuman pre-laktal (cairan yang diberikan sebelum ASI ‘keluar’) perlu dihindarkan.

Langkah-Langkah Melakukan Inisiasi Menyusu Dini pada Operasi Caesar

Usaha bayi merangkak mencari payudara secara standar pasti tidak dapat dilakukan pada persalinan operasi caesar. Namun, jika diberikan anastesi spinal atau epidural, berarti ibu dalam keadaan sadar sehingga dapat segera memberi respons pada bayi. Bayi dapat segera diposisikan sehingga kontak kulit ibu dan bayi dapat terjadi. Usahakan menyusu pertama dilakukan di kamar operasi. Jika keadaan ibu atau bayi belum memungkinkan, bayi diberikan pada ibu pada kesempatan yang sesegera mungkin.

Jika dilakukan anastesi umum, kontak dapat terjadi di ruang pulih saat ibu sudah dapat merespon walaupun masih mengantuk atau dalam pengaruh obat bius. Sementara menunggu ibu sadar, ayah dapat menggantikan ibu untuk memberikan kontak kulit dengan kulit sehingga bayi tetap hangat.

Untuk mendukung terjadinya Inisiasi Menyusu Dini pada persalinan Caesar, berikut ini tata laksananya :

1. Tenaga dan pelayanan kesehatan yang suportif

2. Jika mungkin, diusahakan suhu ruangan 20° - 25° C. Sediakan selimut untuk menutupi punggung bayi dan badan ibu. Siapkan juga topi bayi untuk mengurangi hilangnya panas dari kepala bayi.

3. Tata laksana selanjutnya sama dengan tata laksana pada Inisiasi Menyusu dini secara Umum.

4. Jika Inisiasi Menyusu Dini belum terjadi di kamar bersalin, kamar operasi, atau bayi harus dipindah sebelum satu jam maka bayi tetap diletakkan di dada ibu ketika dipindahkan ke kamar perawatan atau pemulihan. Menyusu Dini dilanjutkan di kamar perawatan ibu atau kamar pulih.

{bersambung ke part 3}

Sumber :

1. Roesli U, Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Ekslusif, cetakan ke-1, Pustaka Bunda, Jakarta. 2008:3-31.

2. Suradi R, Tobing P, Manajemen Laktasi, cetakan ke-2, Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia, Jakarta. 2004: 1-5.

3. Buku panduan Peserta,pelatihan asuhan persalinan Normal Bahan tambahan Inisiasi menyusu Dini, JNPK-KR/POGI dan IDAI dengan dukungan dari USAID. 2007.

4. Nakao Y, Moji K, Honda S, Oishi K. Diunduh 3 Maret 2009. Initiation of Breasfeeding within 120 minutes after birt is associated with breasfeeding at four month among Japanese women : A Self-administratered questionnaire survey. 2008. Tersedia dalam :http://www.internationalbreasfeedingjournal.com/c...

5. Khanna K, timely Initiation of Breasfeeding within 1 st hour of birth giving the best chance of life and health. International Baby Food Action Network (IBFAN)-Asia.2007:2-5.

6. Grup FB Tanya ASI (Thinker Parents and Gentle Parenting)

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...