MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Anatomi & Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Anatomi & Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

by. Admin
28 December 2020
Anatomi & Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Reproduksi adalah proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya untuk melanjutkan keturunan. Organisme bereproduksi melalui 2 cara:

* Reproduksi Aseksual (vegetatif) : terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin.

* Reproduksi Seksual (generatif) : terbentuknya generasi baru yg melibatkan persatuan sel kelamin dari 2 individu yang berbeda jenis kelamin.

Organ reproduksi adalah bagian tubuh yang berfungsi dalam melanjutkan keturunan. Pada manusia, organ reproduksi terdiri dari organ reproduksi interna dan eksterna. Terkait dengan tema ini, maka yang akan dibahas hanyalah organ reproduksi wanita dan fisiologinya.

ORGAN REPRODUKSI INTERNA WANITA

1. Ovarium (indung telur) kanan dan kiri.

Ovarium merupakan kelenjar kelamin yang berfungsi untuk memproduksi ovum (sel telur) dan mensekresi hormon estrogen serta progesteron. Ukurannya: panjang 4cm, lebar 1,5cm dan tebal 1 cm.

Menurut Guyton, pada masa pubertas dua ovarium ini mengandung sekitar 300.000 ovum . Ovum ini dikelilingi oleh satu lapis sel epilloid granulosa dan dinamakan Folikel Primordial / Folikel Primer. Selama tahun-tahun reproduksi, hanya sekitar 400 folikel yang berkembang untuk melontarkan sel telur, sisanya mengalami degenerasi. Pada akhir kemampuan reproduksi, terjadi masa menopause, masih ada sejumlah folikel primordial yang tersisa dalam ovarium tetapi akan segera mengalami degenerasi.

2. Tuba Falopii / Tuba Uterina (saluran telur) kanan dan kiri.

Tuba Falopii terletak di bagian sudut luar kanan dan kiri rahim. Tuba Falopii berfungsi untuk menyalurkan ovum ke arah rahim dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia (rambut getar) yang terdapat di dindingnya. Panjangnya sekitar 12 – 20 cm dan ujungnya berbentuk corong dengan (jemari) yang siap menangkap sel telur matang yang ke luar dari indung telur.

3. Uterus (rahim).

Uterus atau rahim adalah organ berdinding muskular / otot tebal berbentuk buah pir yang panjangnya 7,5 cm. Organ ini terletak di dalam pelvis di antara kandung kemih di bagian depan dan rektum di bagian belakang. Rahim terdiri dari Fundus Uteri, Corpus Uteri, dan Servix Uteri

a. Fundus Uteri: bagian ujung atas rahim yang bentuknya melengkung. Bagian ujungnya berlekatan dengan Tuba Falopii.

b. Corpus Uteri: bagian tengah rahim, membentuk sekitar 2/3 rahim, bersambungan dengan Servix Uteri membentuk sudut sehingga seluruh uterus menekuk ke depan (anteversi).

c. Servix Uteri: ujung sepertiga bawah berbentuk silinder. Ujung bawahnya melekat dengan vagina.

Berdasarkan lapisan dinding rahim, terdiri dari: Peritonium, Miometrium, dan Endometrium.

* Peritonium: menutupi bagian luar rahim, kecuali Servix pars vaginalis.

* Miometrium: lapisan tengah rahim tersusun dari serat otot polos, tersusun di dalam bundel lebar yang saling menjalin.

* Endometrium: lapisan dalam rahim, terdiri dari sel epitel silinder dan kelenjar. Lapisan ini menunjukkan perubahan berbagai stadium siklus mentruasi.

4. Vagina.

Vagina adalah tabung yang membentang di bawah Servix Uteri sampai vestibulum vulvae, sebagai tempat bagi penis pada saat kopulasi, jalan keluarnya menstruasi, dan sebagai jalan bayi pada saat proses persalinan. Bentuknya lebih pendek di bagian depan daripada bagian belakang, dinding anterior / depannya memiliki panjang sekitar 7,5 cm dan dinding posterior / belakangnya sekitar 9cm. Servix uteri menonjol ke dalam bagian atas vagina. Pada bagian mulut vagina (1/3 luar vagina) terdapat lipatan mukosa tipis yang dikenal dengan nama selaput dara atau himen.

ORGAN REPRODUKSI EKSTERNA WANITA

Organ reproduksi eksterna wanita disebut Vulva. Vulva terdiri dari: Mon Veneris, Labia Mayora, Labia Minora, Klitoris, Vestibulum, Kelenjar Bartholini dan hymen / selaput dara.

1. Mon Veneris: bagian yang menonjol dan terdiri dari jaringan lemak yang menutupi bagian depan sumphisis pubis. Setelah pubertas kulit dari Mons Veneris tertutup oleh rambut.

2. Labia Mayora: dua lipatan besar berambut yang membentang dari mon pubis sampai perineum di garis tengah bagian belakang. Homolog dengan scrottum laki-laki.

3. Labia Minora: dua bibir tipis dari kulit lunak yang berpigmen terletak di dalam labia mayora, membelah di bagian depan membungkus klitoris dan bertemu di bagian belakang fourchette lipatan transversal pendek.

4. Klitoris: organ erektil kecil pada garis tengah di bagian depan, mengandung banyak syaraf sensoris dan pembuluh darah. Homolog dengan penis pada pria.

5. Vestibulum: merupakan rongga yang dibungkus oleh labia minora, dibatasi oleh klitoris di bagian depan dan oleh fourchet di bagian bawah. Vestibulum mengandung muara uretra (saluran urin) tepat di belakang klitoris dan mengandung muara vagina.

6. Kelenjar Bartholini: sepasang kelenjar oval yang men-sekresi mukus / lendir yang terletak di dalam bagian posterior / belakang labia mayora dan bermuara pada saluran di bagian samping labia minora.

7. Hymen / selaput dara: Berupa lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar dari introitus vaginae. Biasanya hymen berlubang sebesar ujung jari hingga cairan dari organ reproduksi interna dapat mengalir ke luar.

FISIOLOGI REPRODUKSI WANITA

Fisiologi reproduksi melibatkan sistem hormon reproduksi. Sistem hormon reproduksi wanita terdiri atas tiga hirarki hormon sebagai berikut:

1. Hormon “realising” hipotalamus: “Luthenizing Hormone Realising Hormone” (LHRH).

Hormon Hipofise anterior < hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinisasi (LH), yang disekresi akibat respon terhadap “realising hormon” dari hipotalamus.

2. Hormon Ovariun: estrogen dan progesteron yang disekresi oleh ovarium /indung telur akibat respon terhadap dua hormon dari kelenjar hipofise anterior.

Setiap bulan ada 1 (satu) folikel primer yang akan mengalami proses pematangan hingga terbentuk ovum atau sel telur yang matang dan siap dibuahi oleh spermatozoa. Proses pematangan sel telur dipengaruhi oleh hormon FSH (folikel stimulating hormon) dan LH (lutheinizing hormon).

Proses pematangan folikel, mengantar Folikel Primordial / Folikel Primer dalam berbagai stadium perkembangan sampai akhirnya terbentuklah Folikel de Graff atau folikel yang sudah matur yang terdiri dari ovum dan cairan di dalam lapisan sel yang berisi hormon estrogen. Estrogen melalui proses umpan balik akan menghambat produksi FSH sehingga akhirnya hormon FSH menghilang. Sedangkan hormon LH meningkat tajam hingga terjadilah ovulasi (proses keluarnya sel telur dari indung telur menuju rahim).

Setelah sel telur dikeluarkan dari indung telur, Folikel de Graff menjadi Korpus Luteum. Korpus Luteum menghasilkan /mensekresi hormon estrogen dan progesteron.

Sementara di dalam ovarium berlangsung proses perkembangan Folikel Primer menjadi Folikel de Graff, di dalam uterus berlangsung siklus menstruasi yang dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Jika terjadi pembuahan terhadap sel telur oleh spermatozoa, Korpus Luteum akan membesar dan bertahan sampai 3 bulan dipengaruhi kerja hormon corionik gonadotropin (HCG) yang dihasilkan oleh plasenta. Setelah itu fungsi Korpus Luteum sebagai penghasil hormon progesteron diambil alih oleh plasenta. Progesteron bertugas merangsang perkembangan endometrium, menghambat gerakan rahim, memungkinkan kehamilan terus berlanjut dengan menghambat siklus menstruasi dan ovulasi serta merangsang perkembangan payudara. Jika tidak terjadi pembuahan, akan terjadi menstruasi.

Semoga bermanfaat.

(Dikumpulkan dari berbagai sumber)

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...