MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Cairan Pengganti ASI, Perlukah?

Cairan Pengganti ASI, Perlukah?

by. Admin
30 September 2020
Cairan Pengganti ASI, Perlukah?

Adakah cairan pengganti sementara bisa menggantikan ASI ketika ASI belum / sangat sedikit keluar?

Jawabnya, TIDAK ADA.

Jika bunda memahami bagaimana tahapan produksi ASI dari awal lahir hingga menjadi ASI matang/mature maka tidak perlu galau saat asi keluar sedikit karena memang Alloh membuatnya begitu, sangat terukur baik jumlah dan komposisinya. Alloh sebaik-baik pencipta dan pengatur.

Terukur di sini artinya sesuai ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil dan butuh sedikit, terukur komposisinya sesuai kebutuhan bayi yang butuh zat imun dan membersihkan pencernaan (mengeluarkan mekonium).

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)"

-QS. Hud ayat 6-

Allah sudah menjamin rejeki kita, termasuk rejeki anak kita. Seperti yang tercantum dalam QS Hud ayat 6 di atas. Jadi tak perlu khawatir.

Dalam ilmu Laktasi sendiri bayi mampu bertahan tanpa asupan apapun selama 72 jam pertama. ?

Namun memang tidak dipungkiri tekanan dari sekitar seringkali membuat ibu yang baru melahirkan menjadi ragu dan tergoda untuk memberi pengganti asi.

Jika ini terjadi, maka sebaiknya cari dan masukkan / siapkan nama ibu susuan dalam birthplan kita sebagai ikhtiar menjamin hak asi anak kita apabila terjadi hal-hal yang tidak direncanakan misal harus penanganan khusus pasca melahirkan atau bahkan meninggal.

Dan siapkan donor ASI utk meredam tekanan dari keluarga atau sekitar ibu saat asi dibilang sedikit dan bayi rewel / nangis terus, dibilang lapar. Padahal bayi menangis belum tentu karena lapar, tapi memang ada yang membuatnya tidak nyaman. Ini dikarenakan masa penyesuaian dengan dunia baru dan atau intervensi saat baru lahir seperti suntik vit K atau vaksin.

Hal ini akan mudah dihindari jika ibu melakukan penundaan pemotongan tali pusar (sekitar 15 menit, atau jika benar-benar tidak memungkinkan setidaknya minimal 5 menit) dan IMD minimal selama 1 jam. Manfaatnya, bayi akan lebih tenang.

Tanda cukup tidaknya ASI juga bukan dari tangisannya, tapi dari jumlah air kencingnya yaitu usia 1-5 hari minimal sama dengan usianya (usia 1 hari pipis 1x sehari, dst s.d. 5 hari) dan usia 6 hari ke atas minimal 6x.

Meski keluar sedikit jika sesuai tanda ASI cukup tak perlu galau. Asalkan tidak ada tanda-tanda dehidrasi seperti demam, bayi lemas, tak mau menyusu, pipis warna kuning pekat dan berbau. Jadi ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diyakini sebelum benar-benar berpikir untuk memberikan pengganti asi.

Tahnik juga bisa dilakukan setelah IMD karena selain bernilai pahala karena mengikuti sunnah, hal ini juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah bayi.

Wallahu a'lam.

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...