MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Menghindari Gawat Janin

Menghindari Gawat Janin

by. Admin
30 April 2018
Menghindari Gawat Janin

Salah satu yang menjadi alasan dilakukannya tindakan SC adalah gawat janin, ditandai dengan meninggi kemudian melemahnya detak jantung janin. Tapi apa yang bisa dilakukan untuk menghindari dan mencegah gawat janin ini, karena “gawat janin” akhir akhir ini merupakan penyebab utama dilakukannya operasi sesar.

berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk Menghindari gawat janin (fetal distress):

  • Berjalan atau berganti posisi selama proses persalinan (baik kala I maupun kala 2).
  • Menolak untuk tiduran terus di atas tempat tidur. SATU POSISI YANG HARUS ANDA HINDARI selama kehamilan dan proses persalinan adalah posisi tidur TERLENTANG! karena ada vena utama (inferior vena cava) yang membawa darah ke jantung yang terjepit saat Anda terbaring telentang.
  • Makan & Minum selama proses persalinan. Bayi itu mengandalkan ibunya sepanjang waktu di rahim, bahkan setelah lahir sampai tali pusatnya dipotong. Jika Anda mengalami dehidrasi atau lapar, mungkin bayi juga demikian. ini juga dapat mempengaruhi denyut jantung. Jika Anda tidak mendapatkan makanan yang Anda butuhkan untuk melalui proses persalinan dan kelahiran, bayi pun juga lemah. Pastikan diet protein tinggi yang sehat (setidaknya 75g protein setiap hari):
    • 1. Setiap jenis pemeriksaan vagina mengenalkan bakteri. Jika kantong air ketuban masih utuh, bakteri tidak akan sampai ke bayi. Jika sudah rusak, bakteri akan sampai ke bayi dan provider harus memantau kesejahteraan janin dengan seksama.
    • 2. Memisahkan membran serviks dari kantong amnion dapat menyebabkan bayi turun, terlepas dari posisi bayi dan kesibukannya ke panggul. Hal ini dapat menyebabkan posisi bayi yang tidak menguntungkan dan kemudian mulai mengalami kontraksi. Meskipun kontraksi itu alami, mereka mungkin menekan bayi dengan bayinya dalam posisi yang tidak optimal (mungkin asynclintic, dan lain-lain).
    • 3. “Tinjauan sistematis Cochrane menunjukkan bahwa penyapuan membran tampaknya mempercepat timbulnya persalinan namun tidak memberikan manfaat penting secara klinis . Selain itu, penyapuan membran mengakibatkan peningkatan kemungkinan nyeri, perdarahan, dan kontraksi tidak teratur “(Boulvain, Stan, & Irion, 2005)
  • Hindari membran swab. Meski membran swab bukanlah obat, namun, lagi lagi Penyapuan membran adalah saat praktisi perawatan kesehatan memasukkan tangan mereka, ke vagina dan menggunakan jari untuk memisahkan serviks dari kantung amnion sehingga menyebabkan tubuh melepaskan hormon prostaglandin. biasanya para provider bilang itu tidak menyakitkan, hanya tidak nyaman dan menyebabkan banyak keluar darah. namun pada dasarnya.

Jadi pada intinya, sangatlah penting bagi bayi untuk memiliki kesempatan untuk bergerak di dalam kantong ketuban sehingga sang bayi bisa mengupayakan posisi yang optimal untuk proses persalinan sebelum onset kontraksi terjadi. Setiap proses persalinan yang terjadi dengan terburu-buru, diburu buru atau artifisial dapat menyebabkan posisi yang tidak menguntungkan dan detak jantung janinpun menjadi tidak normal saat kontraksi. Cara terbaik agar posisi janin optimal adalah adalah memiliki kesabaran dan menunggu kontraksi dimulai secara alami.

Read other articles & publications:
MEMAKNAI RASA SAKIT SAAT MELAHIRKAN
Topik persalinan yang paling menarik dari ...
ES KRIM UNTUK BUMIL, BOLEHKAH?
Oleh : Bidan Wina Beberapa...
JANGAN SALAHKAN HPL
Oleh : Bidan Wina, Owner Klinik Papilio Na...